Pendidikan
Hilmi An Naufal

Dana Zakat Dosen dan Tendik Jadi Beasiswa, 635 Mahasiswa UNNES Dapat Bantuan Pendidikan

Dana Zakat Dosen dan Tendik Jadi Beasiswa, 635 Mahasiswa UNNES Dapat Bantuan Pendidikan

10 Agustus 2026 | 06:27

ZONA KAMPUS – Solidaritas warga kampus Universitas Negeri Semarang atau UNNES kembali memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa.

Melalui Rumah Amal UNNES, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari dosen serta tenaga kependidikan disalurkan menjadi berbagai program bantuan pendidikan.

Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 635 mahasiswa UNNES telah ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Rumah Amal UNNES. Pengumuman penerima dipublikasikan kampus pada 24 Juli 2026.

Program tersebut menarik karena sumber pendanaannya tidak hanya berasal dari skema beasiswa pemerintah atau perusahaan.

Rumah Amal UNNES mengelola zakat, infak, dan sedekah warga kampus sebagai bentuk solidaritas dosen dan tenaga kependidikan kepada mahasiswa serta masyarakat yang membutuhkan.

Dana Berasal dari Penghasilan Dosen dan Tenaga Kependidikan

Rumah Amal UNNES merupakan lembaga yang dibentuk untuk mengelola dana sosial-keagamaan warga universitas.

Dosen dan tenaga kependidikan Muslim menyalurkan 2,5 persen dari penghasilan bulanannya melalui Rumah Amal untuk dikelola dalam berbagai program, salah satunya bantuan pendidikan bagi mahasiswa.

Skema tersebut membuat zakat yang dihimpun dari lingkungan universitas dapat kembali memberikan manfaat kepada mahasiswa yang sedang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dana yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk beasiswa, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemaslahatan yang dikelola Rumah Amal UNNES.

Ada Empat Jenis Beasiswa

Dalam penerimaan Semester Gasal 2026/2027, Rumah Amal UNNES menawarkan beberapa skema bantuan sesuai kondisi dan kebutuhan mahasiswa.

Program tersebut meliputi:

  1. Beasiswa Bantuan Biaya Hidup
  2. Beasiswa Bantuan UKT
  3. Beasiswa Santri Cendekia
  4. Beasiswa Tahfiz.

Masing-masing mempunyai bentuk bantuan dan persyaratan yang berbeda.

Dengan adanya beberapa skema tersebut, mahasiswa dapat mengikuti kategori yang paling sesuai dengan kondisi mereka.

Bantuan UKT Bisa Mencapai Rp2,4 Juta

Salah satu program yang ditawarkan adalah Beasiswa Bantuan UKT.

Dalam informasi resmi UNNES mengenai program 2026, bantuan tersebut diberikan maksimal Rp2,4 juta untuk satu semester dan diperuntukkan membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal mahasiswa.

Bantuan ini dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang masih mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi mengalami kesulitan ketika harus membayar UKT sekaligus.

UKT memang menjadi salah satu pengeluaran terbesar mahasiswa setiap semester.

Karena itu, adanya bantuan yang khusus diarahkan untuk pembayaran biaya pendidikan dapat membantu mahasiswa mempertahankan keberlanjutan studinya.

Ada Bantuan Biaya Hidup

Rumah Amal UNNES juga mempunyai skema Bantuan Biaya Hidup.

Pada informasi program 2026, bantuan ini diberikan sebesar Rp400 ribu per bulan selama satu semester atau enam bulan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan.

Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa selama menjalani kegiatan perkuliahan.

Bagi mahasiswa dari luar daerah misalnya, biaya pendidikan bukan satu-satunya pengeluaran.

Masih ada kebutuhan makan, transportasi, tempat tinggal, perlengkapan kuliah, internet, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Karena itu, bantuan biaya hidup dapat membantu mengurangi tekanan ekonomi mahasiswa selama kuliah.

Mahasiswa Penghafal Al-Qur'an Juga Mendapat Kesempatan

Program berikutnya adalah Beasiswa Tahfiz.

Skema ini ditujukan bagi mahasiswa yang mempunyai hafalan Al-Qur'an sesuai ketentuan Rumah Amal UNNES.

Pada penyaluran sebelumnya pada awal 2026, penerima Tahfiz dengan hafalan minimal 20 juz memperoleh bantuan UKT penuh serta bantuan biaya hidup dengan besaran yang disesuaikan dengan jumlah hafalan.

Program serupa kembali masuk dalam kategori beasiswa Rumah Amal pada Semester Gasal 2026/2027.

Dengan demikian, program tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki capaian di bidang keagamaan.

Ada Beasiswa Santri Cendekia

Mahasiswa UNNES yang tinggal dan belajar di lingkungan pondok pesantren juga mempunyai kategori tersendiri melalui Beasiswa Santri Cendekia.

Kategori ini kembali menjadi salah satu dari empat skema Beasiswa Rumah Amal UNNES pada periode Gasal 2026/2027.

Keberadaan program tersebut menarik karena mahasiswa dapat tetap menjalani pendidikan di perguruan tinggi sekaligus mengembangkan pendidikan keagamaan di pesantren.

Artinya, bentuk bantuan pendidikan yang diberikan Rumah Amal tidak dibuat dengan satu pola untuk semua mahasiswa, tetapi dibedakan berdasarkan kebutuhan dan latar belakang penerima.

Jumlah Penerima Meningkat Dibanding Semester Sebelumnya

Program Rumah Amal UNNES juga menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah penerima.

Pada periode sebelumnya, sebanyak 540 mahasiswa menerima bantuan. Jumlah tersebut terdiri dari 56 penerima Beasiswa Tahfiz, 143 penerima bantuan biaya hidup, dan 341 penerima bantuan UKT.

Sedangkan pada Semester Gasal 2026/2027, jumlah penerima yang diumumkan meningkat menjadi 635 mahasiswa.

Dengan demikian, terdapat peningkatan jumlah mahasiswa yang memperoleh manfaat dari program tersebut.

Pendaftaran Periode Ini Sudah Berakhir

Perlu diperhatikan mahasiswa UNNES yang baru mengetahui program ini.

Pendaftaran Beasiswa Rumah Amal UNNES untuk Semester Gasal 2026/2027 sudah selesai.

Periode pendaftarannya sebelumnya berlangsung pada 2–16 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi, verifikasi, serta ujian hafalan untuk kategori Tahfiz. Pengumuman hasil dijadwalkan pada 23 Juli 2026 dan kampus kemudian mempublikasikan informasi 635 penerima pada 24 Juli 2026.

Jadi mahasiswa tidak lagi dapat mendaftar untuk periode tersebut.

Namun program Rumah Amal UNNES telah dijalankan secara berulang pada berbagai semester sebelumnya, sehingga mahasiswa yang belum berhasil atau belum sempat mengikuti periode ini dapat memantau informasi pembukaan berikutnya melalui kanal resmi universitas.

Contoh Solidaritas yang Tumbuh dari Dalam Kampus

Program Rumah Amal UNNES menunjukkan bahwa bantuan pendidikan tidak selalu harus datang dari luar perguruan tinggi.

Dosen dan tenaga kependidikan dapat ikut membangun sistem solidaritas di dalam lingkungan universitas melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisasi.

Dana tersebut kemudian memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Model seperti ini mempunyai dampak yang cukup nyata.

Mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar UKT dapat memperoleh bantuan pendidikan, mahasiswa dengan keterbatasan biaya sehari-hari dapat memperoleh bantuan hidup, sementara mahasiswa penghafal Al-Qur'an serta santri juga mempunyai skema yang disesuaikan dengan karakter mereka.

Pada akhirnya, beasiswa bukan hanya persoalan memberikan sejumlah uang kepada mahasiswa.

Bantuan pendidikan dapat menjadi faktor penting agar mahasiswa yang sebenarnya memiliki kemampuan akademik tetap dapat melanjutkan kuliah ketika menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dengan 635 mahasiswa menerima bantuan pada Semester Gasal 2026/2027, pengelolaan zakat dosen dan tenaga kependidikan melalui Rumah Amal UNNES menjadi salah satu contoh bagaimana solidaritas warga perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi dukungan konkret bagi keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna