Berita
Rahman Abdullah

Bukan Timur Tengah, Menag Optimistis Indonesia Jadi Kekuatan Baru Peradaban Islam Modern

Bukan Timur Tengah, Menag Optimistis Indonesia Jadi Kekuatan Baru Peradaban Islam Modern

15 Juli 2026 | 16:05

Keboncinta.com-- Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pusat baru peradaban Islam modern di tingkat global.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang menilai berbagai keunggulan nasional, mulai dari stabilitas ekonomi hingga karakter masyarakat yang moderat, menjadi modal penting untuk membawa Indonesia memainkan peran strategis dalam perkembangan peradaban Islam dunia di masa depan.

Stabilitas Nasional Jadi Modal Utama

Menurut Menag, perubahan peta peradaban dunia bukanlah hal yang mustahil. Indonesia dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi pusat lahirnya pemikiran dan peradaban baru karena kondisi ekonomi nasional relatif stabil dibandingkan sejumlah kawasan lain yang masih menghadapi konflik berkepanjangan.

Baca Juga: Mahasiswa Baru dari Keluarga Pra-Sejahtera Kini Punya Alternatif Pendanaan Kuliah Lewat BSI Scholarship Berdampak 2026

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di kisaran 5 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Dalam pandangannya, suasana yang aman dan stabil akan melahirkan ruang bagi berkembangnya gagasan-gagasan besar yang mampu memberi kontribusi bagi kemajuan umat manusia.

Islam Moderat dan Bonus Demografi Jadi Kekuatan Indonesia

Selain faktor ekonomi, Menag juga menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan lain yang sulit ditemukan di banyak negara.

Karakter umat Islam Indonesia yang dikenal moderat, kehidupan demokrasi yang berjalan baik, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta stabilitas politik menjadi kekuatan penting dalam membangun peradaban yang inklusif.

Di sisi lain, bonus demografi yang dimiliki Indonesia juga dipandang sebagai peluang besar apabila mampu dikelola melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: Mahasiswa Baru di 25 Perguruan Tinggi Negeri Ini Bisa Mengajukan BSI Scholarship Berdampak 2026

Alumni PTKIN Diminta Kuasai Sains dan Geopolitik

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Menag menekankan pentingnya transformasi kualitas lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Ia berharap para alumni tidak hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman klasik, tetapi juga memiliki wawasan luas mengenai perkembangan ilmu pengetahuan modern, teknologi, serta dinamika geopolitik regional maupun global.

Menurutnya, kemampuan tersebut akan membuat lulusan PTKIN mampu berkontribusi lebih besar dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.

Indonesia Perlu Melahirkan Lebih Banyak Inovator

Menag juga mendorong lembaga pendidikan Islam agar menjadi pusat lahirnya para peneliti, ilmuwan, dan inovator yang mampu menghasilkan karya-karya baru.

Ia menilai kejayaan peradaban Islam pada masa lalu lahir karena tradisi membaca, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, Indonesia perlu memperkuat budaya riset dan inovasi agar mampu melahirkan lebih banyak tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sebagaimana sosok BJ Habibie yang menjadi inspirasi dalam pengembangan teknologi nasional.

Baca Juga: Mulai 15 Juli 2026, Kemenag Buka Pemutakhiran Data GTK Madrasah untuk Dukung TPG, PPG, hingga Layanan EMIS Terintegrasi

Optimisme Menteri Agama mengenai peluang Indonesia menjadi pusat peradaban Islam modern menunjukkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas manusia, stabilitas nasional, dan kemampuan menghasilkan inovasi.

Dengan didukung ekonomi yang kuat, masyarakat yang moderat, serta peningkatan kualitas pendidikan dan riset, Indonesia dinilai memiliki kesempatan besar untuk mengambil peran penting dalam membangun peradaban Islam yang maju, inklusif, dan berdaya saing di tingkat dunia.***

Tags:
berita nasional Khazanah Islam Menag

Komentar Pengguna