Berikut Kutipan-Kutipan Ikonik Ir. Soekarno yang Relate Banget Sampai Sekarang!

Berikut Kutipan-Kutipan Ikonik Ir. Soekarno yang Relate Banget Sampai Sekarang!

17 Februari 2026 | 11:38

Keboncinta.com-- Meski Ir. Soekarno hidup di masa perjuangan revolusi, kata-katanya terasa seolah ditujukan untuk generasi hari ini. Ia bukan sekadar Proklamator, tetapi perangkai kalimat yang tajam, emosional, dan penuh visi. Tak heran jika banyak kutipannya masih sering muncul di media sosial, ruang diskusi, hingga obrolan santai.

Berikut deretan kutipan ikonik Ir. Soekarno yang ternyata masih kena banget dengan realitas zaman sekarang.

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”

Kutipan ini bukan sekadar pujian untuk anak muda. Soekarno percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari semangat kaum muda. Hingga hari ini, pesan ini terasa relevan ketika anak muda dituntut lebih kritis, berani bersuara, dan tidak pasif terhadap keadaan.

Di tengah isu sosial, lingkungan, dan ketimpangan, kutipan ini seolah mengingatkan: masa depan tidak menunggu, tapi digerakkan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”

Di era serba cepat, kita mudah lupa sejarah. Kutipan ini mengajak kita menoleh ke belakang, bukan untuk terjebak nostalgia, tetapi untuk memahami fondasi yang membentuk hari ini.

Relate banget di tengah generasi yang kerap lupa proses, tetapi ingin hasil instan.

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

Kalimat ini terasa seperti tamparan halus. Soekarno seolah meramalkan tantangan masa depan: konflik internal, perpecahan, dan ego sektoral.

Di era perdebatan panas di media sosial, kutipan ini terasa semakin nyata. Musuh terbesar sering kali bukan dari luar, melainkan dari dalam diri dan sesama.

“Jasmerah: Jangan sekali-kali melupakan sejarah”

Satu kata, satu makna besar. Soekarno menegaskan bahwa bangsa tanpa ingatan sejarah akan kehilangan arah. Kutipan ini masih sering digaungkan, terutama ketika nilai-nilai kebangsaan mulai tergerus oleh arus globalisasi.

Relate bagi generasi digital yang hidup cepat, tapi sering lupa akar.

Nasionalisme tidak boleh menjadi sombong, tetapi harus menjadi sumber kekuatan”

Soekarno tidak mengajarkan nasionalisme yang sempit. Ia justru menekankan cinta tanah air yang cerdas dan beradab.

Di tengah perbedaan pandangan dan identitas, kutipan ini mengingatkan bahwa nasionalisme seharusnya menyatukan, bukan memecah.

Jadilah bangsa yang peraya pada kekuatan sendiri”

Kutipan ini terasa relevan di era ketergantungan global. Soekarno mengajak bangsa Indonesia untuk percaya pada potensi sendiri, baik sumber daya, budaya, maupun manusia.

Pesan ini cocok untuk anak muda yang sedang mencari jati diri dan kerap merasa minder dibanding bangsa lain.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok”

Bukan ancaman, tapi amanah. Kutipan ini menegaskan bahwa apa yang dilakukan anak muda hari ini akan menentukan wajah Indonesia di masa depan.

Relate banget untuk generasi yang sedang belajar, bekerja, dan berjuang menemukan peran di tengah dunia yang serba tidak pasti.

Kutipan-kutipan Soekarno tidak semena-mena. Ia berbicara dari pengalaman, penderitaan, dan cinta besar pada bangsa. Kata-katanya jujur, berani, dan menyentuh sisi emosional manusia.

Itulah sebabnya, meski zaman berubah, pesannya tetap hidup.

Bagi Soekarno, kata-kata adalah senjata. Bukan untuk melukai, tetapi untuk membangunkan kesadaran. Dan mungkin, di tengah kebisingan dunia hari ini, kita masih butuh suara yang jujur dan berani seperti miliknya.

Karena beberapa kata memang tidak pernah usang, ia hanya menunggu untuk dipahami kembali.

Tags:
Bijak Bermedia Sosial Pecinta motivasi Ir Soekarno

Komentar Pengguna