keboncinta.com -- Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim yang mampu. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa jenis haji yang dapat dipilih jemaah, salah satunya adalah haji tamattu. Jenis haji ini menjadi pilihan paling populer bagi jemaah dari luar Arab Saudi, termasuk Indonesia.
Pengertian haji tamattu adalah pelaksanaan ibadah umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji, kemudian jemaah bertahallul atau keluar dari ihram, lalu melanjutkan ibadah haji ketika memasuki waktunya.
Kata “tamattu” berasal dari bahasa Arab yang berarti menikmati atau bersenang-senang. Maksudnya, jemaah mendapatkan kesempatan menikmati masa bebas dari larangan ihram setelah menyelesaikan umrah sebelum memulai rangkaian ibadah haji.
Dalam haji tamattu, jemaah melakukan dua kali ihram:
Metode ini dianggap lebih ringan karena memberi waktu istirahat sebelum memasuki puncak ibadah haji.
Baca juga : Tips Meraih Haji Mabrur lewat Amalan Sunnah di Musim Haji
Jemaah memulai perjalanan dengan ibadah umrah pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, atau awal Dzulhijjah.
Setelah selesai tawaf dan sa’i, jemaah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul dan keluar dari ihram.
Pada 8 Dzulhijjah, jemaah kembali berihram untuk melaksanakan ibadah haji.
Jemaah haji tamattu diwajibkan membayar dam sebagai bentuk syukur atas kemudahan yang diperoleh.
Perjalanan dimulai dari miqat dengan mengenakan pakaian ihram dan membaca niat umrah.
ููููููุชู ุงููุญูุฌูู ููุฃูุญูุฑูู ูุชู ุจููู ููููู ุชูุนูุงููู
Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat haji dan berihram karena Allah Ta’ala.”
Setelah niat, jemaah dianjurkan memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju Makkah.
Sesampainya di Masjidil Haram, jemaah melaksanakan rangkaian umrah yang terdiri dari:
Setelah tahallul, jemaah bebas dari larangan ihram dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Jemaah menunggu hingga tanggal 8 Dzulhijjah sambil memperbanyak ibadah di Makkah.
Masa jeda ini menjadi salah satu kelebihan haji tamattu karena jemaah memiliki waktu istirahat sebelum memasuki puncak ibadah haji.
Pada Hari Tarwiyah atau 8 Dzulhijjah, jemaah kembali mengenakan pakaian ihram dan berniat melaksanakan haji.
Pada 9 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah yang menjadi rukun terpenting dalam ibadah haji.
Setelah wukuf, jemaah menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu kerikil. Selanjutnya jemaah menuju Mina untuk melontar jumrah.
Setelah melontar jumrah aqabah dan mencukur rambut, jemaah melakukan tawaf ifadlah di Masjidil Haram.
Sebelum meninggalkan Makkah, jemaah melaksanakan tawaf wada’ sebagai tawaf perpisahan dengan Baitullah.
Jemaah haji tamattu diwajibkan membayar dam berupa:
Ketentuannya:
Kewajiban dam ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 196.
Haji hanya diwajibkan bagi Muslim yang memenuhi syarat.
Jemaah harus dewasa dan mampu memahami pelaksanaan ibadah.
Pelaksanaan haji membutuhkan kesiapan kesehatan dan biaya yang cukup.
Umrah harus dilakukan pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, atau Dzulhijjah sebelum pelaksanaan haji.
Haji tamattu umumnya diperuntukkan bagi jemaah yang datang dari luar Makkah.
Karena ada masa jeda setelah umrah, jemaah dapat beristirahat sebelum memasuki rangkaian haji yang lebih berat.
Jemaah memperoleh pahala umrah dan haji dalam satu perjalanan.
Sebagian besar jemaah Indonesia memilih haji tamattu karena dianggap lebih praktis dan nyaman.
Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan sahabat yang tidak membawa hewan kurban untuk melaksanakan haji tamattu.
Umrah dilakukan terlebih dahulu, lalu tahallul, kemudian ihram kembali untuk haji.
Haji dan umrah digabung dalam satu ihram tanpa tahallul di antaranya.
Jemaah hanya melaksanakan ibadah haji tanpa umrah.
Baca juga : Apa Itu Haji Qiran? Simak Tata Cara dan Perbedaannya dengan Haji Tamattu’
Memahami urutan ibadah membantu jemaah lebih tenang selama di Tanah Suci.
Latihan jalan kaki dan menjaga pola makan penting untuk menghadapi aktivitas ibadah yang padat.
Masa setelah umrah dapat digunakan untuk memulihkan tenaga sebelum memasuki puncak haji.
Gunakan waktu di Tanah Suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak ibadah sunnah.
Haji adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan hati yang ikhlas.
Dengan memahami pengertian haji tamattu beserta tata cara dan keutamaannya, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, tertib, dan sesuai tuntunan syariat demi meraih haji yang mabrur.