Berita
M. Fadhli Dzil Ikram

Apa Itu Haji Qiran? Simak Tata Cara dan Perbedaannya dengan Haji Tamattuโ€™

Apa Itu Haji Qiran? Simak Tata Cara dan Perbedaannya dengan Haji Tamattuโ€™

07 Mei 2026 | 07:56

keboncinta.com -- Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap Muslim. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa jenis tata cara haji yang dapat dipilih jemaah, yaitu haji ifrad, haji tamattu’, dan haji qiran. Setiap jenis memiliki ketentuan dan rangkaian ibadah yang berbeda.

Salah satu metode yang cukup dikenal adalah haji qiran. Pengertian haji qiran adalah pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara bersamaan dalam satu niat dan satu ihram. Jemaah yang memilih haji qiran tidak melakukan tahallul setelah umrah, melainkan tetap dalam keadaan ihram hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan.

Secara bahasa, kata “qiran” berasal dari bahasa Arab yang berarti menggabungkan atau menyatukan. Karena itu, haji qiran dimaknai sebagai penggabungan ibadah haji dan umrah sekaligus.

Karakteristik Haji Qiran

Jemaah haji qiran:

  • berniat haji dan umrah sekaligus dari miqat,
  • tetap memakai ihram hingga hari penyembelihan kurban,
  • tidak bertahallul setelah umrah,
  • dan wajib membayar dam.

Metode ini biasanya dipilih oleh jemaah yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi tertentu sehingga lebih praktis menggabungkan dua ibadah dalam satu perjalanan.

Baca juga : Tips Meraih Haji Mabrur lewat Amalan Sunnah di Musim Haji

Bacaan Niat Haji Qiran

Niat Haji dan Umrah Sekaligus

Sebelum memasuki miqat, jemaah disunnahkan mandi, berwudhu, dan mengenakan pakaian ihram. Setelah itu, niat haji qiran dibaca dengan sungguh-sungguh.

Bacaan Niat Haji Qiran

ู„ูŽุจู‘ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุญูŽุฌู‘ู‹ุง ูˆูŽุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹

Labbaikallahumma hajjan wa umratan.

Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk menunaikan haji dan umrah.”

Bacaan niat lain yang juga digunakan adalah:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูู…ู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุฑูŽู…ู’ุชู ุจูู‡ูู…ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihima lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat haji dan umrah serta berihram karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran

1. Ihram dari Miqat

Pelaksanaan haji qiran dimulai dengan ihram dari miqat sambil berniat haji dan umrah sekaligus. Setelah berniat, jemaah mulai terikat dengan seluruh larangan ihram hingga tahallul nanti.

2. Masuk ke Makkah dan Tawaf Qudum

Setelah tiba di Makkah, jemaah disunnahkan melaksanakan tawaf qudum atau tawaf kedatangan sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah.

Tawaf ini bukan termasuk rukun haji maupun umrah, tetapi sangat dianjurkan.

3. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Setelah tawaf, jemaah melaksanakan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah.

Dalam haji qiran, sa’i dilakukan satu kali untuk haji dan umrah sekaligus. Setelah sa’i, jemaah tidak bertahallul dan tetap dalam keadaan ihram.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukup bagimu satu kali tawaf dan sa’i antara Shafa dan Marwah untuk haji dan umrahmu.”
(HR Muslim)

4. Wukuf di Arafah

Pada 9 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji. Wukuf menjadi rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan.

5. Mabit di Muzdalifah dan Mina

Setelah wukuf, jemaah menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu kerikil. Selanjutnya jemaah bergerak ke Mina untuk melontar jumrah.

6. Melontar Jumrah dan Tahallul

Pada 10 Dzulhijjah, jemaah:

  • melontar jumrah aqabah,
  • menyembelih dam,
  • lalu melakukan tahallul.

Setelah tahallul, sebagian larangan ihram mulai diperbolehkan.

7. Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada’

Jemaah kemudian melaksanakan tawaf ifadlah sebagai rukun haji, lalu sebelum meninggalkan Makkah disunnahkan melaksanakan tawaf wada’ sebagai tawaf perpisahan.

Kewajiban Dam dalam Haji Qiran

Dam Menjadi Konsekuensi Haji Qiran

Salah satu ciri utama haji qiran adalah adanya kewajiban membayar dam.

Dam biasanya berupa:

  • menyembelih seekor kambing,
  • atau jika tidak mampu dapat diganti dengan puasa 10 hari.

Ketentuannya:

  • 3 hari puasa dilakukan di Tanah Suci,
  • dan 7 hari setelah kembali ke kampung halaman.

Kewajiban dam ini menjadi pembeda utama antara haji qiran dan haji ifrad.

Perbedaan Haji Qiran, Tamattu’, dan Ifrad

Haji Qiran

Haji dan umrah dilakukan sekaligus dalam satu niat dan satu ihram tanpa tahallul di antaranya.

Haji Tamattu’

Jemaah melakukan umrah terlebih dahulu, lalu bertahallul. Setelah itu baru melaksanakan haji dengan ihram baru.

Haji Ifrad

Jemaah hanya melaksanakan ibadah haji tanpa umrah dan tidak diwajibkan membayar dam.

Keutamaan Haji Qiran

Menggabungkan Dua Ibadah Sekaligus

Haji qiran memberi kesempatan kepada jemaah untuk memperoleh pahala haji dan umrah dalam satu perjalanan ibadah.

Praktis bagi Jemaah dengan Waktu Terbatas

Karena dilakukan dalam satu rangkaian tanpa jeda tahallul, metode ini sering dipilih oleh jemaah yang memiliki keterbatasan waktu.

Meneladani Sebagian Praktik Rasulullah SAW

Beberapa riwayat menyebutkan Rasulullah SAW pernah melaksanakan haji dengan cara qiran, sehingga metode ini termasuk ibadah yang memiliki dasar kuat dalam syariat Islam.

Baca juga : Haji Reguler vs Haji Khusus: Ini 7 Perbedaan yang Wajib Diketahui Calon Jemaah

Hal yang Perlu Diperhatikan Jemaah Haji Qiran

Menjaga Larangan Ihram Lebih Lama

Karena tidak bertahallul setelah umrah, jemaah haji qiran harus menjaga larangan ihram dalam waktu yang lebih panjang dibanding haji tamattu’.

Menyiapkan Kondisi Fisik dan Mental

Durasi ihram yang panjang membutuhkan kesiapan fisik, kesabaran, dan pengendalian diri agar ibadah dapat dijalani dengan khusyuk.

Memahami Tata Cara Sejak Awal

Jemaah dianjurkan mengikuti manasik haji secara serius agar memahami setiap rangkaian ibadah dan tidak bingung saat berada di Tanah Suci.

Dengan memahami pengertian haji qiran beserta tata cara pelaksanaannya, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan syariat.

Tags:
Haji 2026 Haji Qiran Haji Tamattu

Komentar Pengguna