Parenting
Rahman Abdullah

Anak Tantrum dan Sulit Dikendalikan? Ini Cara Orang Tua Membantunya

Anak Tantrum dan Sulit Dikendalikan? Ini Cara Orang Tua Membantunya

10 September 2026 | 09:56

Keboncinta.com-- Menghadapi anak yang sedang tantrum bukan perkara mudah bagi orang tua. Tangisan, teriakan, kemarahan, hingga penolakan terhadap keinginan orang tua bisa membuat suasana menjadi penuh tekanan.

Dalam kondisi tersebut, cara orang tua merespons memiliki peran penting. Respons yang tepat dapat membantu anak belajar mengenali perasaan sekaligus memahami cara mengelola emosi secara perlahan.

Tantrum pada dasarnya merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak. Kemampuan anak untuk mengungkapkan perasaan belum selalu berkembang dengan baik sehingga emosi terkadang ditunjukkan melalui tangisan, teriakan, atau perilaku lainnya.

Karena itu, orang tua perlu menghadapi tantrum dengan kesabaran dan ketenangan. Ada sejumlah langkah yang dapat diterapkan ketika anak mulai mengalami ledakan emosi.

Baca Juga: Jadwal Pencairan TPG September 2026 Lengkap, Cek Tahapan Sebelum Dana Masuk Rekening

1. Jangan Ikut Terbawa Emosi

Langkah pertama adalah mengendalikan emosi orang tua. Ketika anak menangis atau berteriak, hindari merespons dengan bentakan maupun kemarahan.

Orang tua dapat mengambil jeda sejenak untuk memahami situasi sebelum memberikan respons. Ketika orang tua mampu tetap tenang, suasana di sekitar anak juga menjadi lebih terkendali.

Sikap tersebut sekaligus memberikan contoh kepada anak bahwa emosi yang kuat dapat dihadapi tanpa harus meluapkannya dengan kemarahan.

2. Kenali Pemicu Tantrum

Tantrum biasanya memiliki pemicu tertentu. Anak bisa mengalami ledakan emosi karena lapar, mengantuk, kelelahan, kecewa, merasa frustrasi, atau keinginannya tidak terpenuhi.

Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua dapat menentukan pendekatan yang lebih tepat. Perilaku tantrum juga dapat dipahami sebagai cara anak menyampaikan perasaan yang belum mampu diutarakan melalui kata-kata.

Pemahaman ini membantu orang tua tidak hanya berfokus pada bagaimana menghentikan tantrum, tetapi juga melihat kebutuhan emosional anak di balik perilaku tersebut.

Baca Juga: Aturan Baru PIP 2026 Berlaku, Sekolah dan Orang Tua Wajib Tahu Mekanisme serta Besarannya

3. Tunjukkan Empati kepada Anak

Saat emosi anak sedang memuncak, orang tua dapat mencoba berbicara dengan nada yang lembut. Tunjukkan bahwa perasaan anak diperhatikan dan berikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Empati dapat membuat anak merasa lebih aman dan diterima. Jika dilakukan secara konsisten, anak perlahan dapat belajar bahwa perasaan tidak harus dilampiaskan melalui teriakan atau perilaku berlebihan.

Anak juga dapat memahami bahwa ketika sedang menghadapi masalah, ia bisa menyampaikannya kepada orang tua dan mendapatkan ruang untuk didengarkan.

4. Berikan Pilihan yang Sederhana

Memberikan dua pilihan sederhana bisa menjadi salah satu cara untuk membantu mengalihkan perhatian anak. Pilihan yang diberikan tetap perlu berada dalam batas yang dapat diterima orang tua.

Sebagai contoh, orang tua dapat bertanya apakah anak ingin membaca buku sebelum makan atau setelah makan.

Cara seperti ini memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan sendiri. Di sisi lain, orang tua tetap dapat menjaga batasan dan aturan yang telah ditetapkan.

5. Jangan Gunakan Hukuman Fisik atau Ancaman

Tantrum sebaiknya tidak diatasi dengan kekerasan fisik maupun ancaman. Cara tersebut justru dapat membuat anak merasa takut dan tertekan tanpa benar-benar membantunya memahami emosi yang sedang dirasakan.

Orang tua dapat mengarahkan anak untuk mengenali perasaannya, belajar berkomunikasi, dan secara bertahap mengembangkan kemampuan mengendalikan diri.

Pendekatan yang sabar dan konsisten dapat membantu anak membangun keterampilan sosial serta emosional yang akan berguna dalam menghadapi berbagai situasi.

Baca Juga: Daftar Nikah 2026, Ini Syarat Pendaftaran Kehendak Nikah Sesuai PMA Nomor 30 Tahun 2024

6. Latih Pernapasan Bersama Anak

Ketika anak mulai kesulitan mengendalikan emosinya, orang tua dapat mengajaknya melakukan pernapasan sederhana.

Tags:
Parenting Anak Tips Orang Tua Tantrum Anak

Komentar Pengguna