Wamenag Usul SNPMB Tanpa Manual, E-Rapor Dinilai Lebih Transparan

Wamenag Usul SNPMB Tanpa Manual, E-Rapor Dinilai Lebih Transparan

21 Desember 2025 | 14:03

Keboncinta.com-- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengusulkan agar pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) ke depan sepenuhnya dilakukan secara digital tanpa lagi menyediakan opsi pengisian data manual.

Menurutnya, penggunaan e-rapor sebagai satu-satunya acuan dinilai mampu menyederhanakan proses seleksi sekaligus meningkatkan transparansi.

Usulan tersebut disampaikan Romo saat berkunjung ke kantor Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Pertemuan itu membahas berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru, khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Romo menegaskan bahwa penerapan sistem digital penuh akan mengurangi potensi kebingungan di kalangan peserta dan sekolah.

Baca Juga: Cara Pemerintah Tetapkan Gaji PPPK Paruh Waktu, Ini Skema Resmi dalam Kepmenpan RB 2025

Ia menilai keberadaan dua opsi, yakni digital dan manual, justru berisiko memicu kesalahan administratif.

“Sudah saatnya tidak ada lagi pilihan manual. E-rapor sebaiknya digunakan sepenuhnya agar prosesnya jelas dan terbuka,” ujar Romo, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Menurut Romo, berbagai kendala yang terjadi pada SNPMB 2025 menjadi bukti perlunya evaluasi serius.

Salah satu masalah utama adalah keterlambatan sekolah dalam menginput dan memfinalisasi data akademik siswa ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Akibatnya, sejumlah siswa berprestasi terancam gagal mengikuti seleksi SNBP meski memenuhi persyaratan akademik.

Baca Juga: Kemendikdasmen Terapkan Rapor Digital SMA Lewat e-Rapor, Penilaian Kini Lebih Aman dan Terintegrasi

Ia menekankan bahwa persoalan teknis semacam ini tidak boleh terus berulang karena menyangkut masa depan generasi muda.

Romo juga meminta agar pemerintah fokus mencari solusi dari akar permasalahan, baik dari sisi sistem maupun tata kelola pelaksanaannya.

Sementara itu, Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SNPMB 2025.

Evaluasi ini dilakukan menyusul banyaknya laporan siswa yang hampir gagal mendaftar SNBP akibat keterlambatan finalisasi data oleh sekolah.

Satryo menegaskan bahwa siswa tidak seharusnya dirugikan oleh persoalan administratif. Menurutnya, sistem seleksi nasional harus dirancang untuk melindungi kepentingan peserta didik yang telah berjuang selama bertahun-tahun.

Baca Juga: NU Resmi Tetapkan Awal Rajab 1447 H, Mulai Tanggal Ini

“Kita harus menemukan solusi terbaik agar masalah teknis tidak mengorbankan siswa,” tegas Satryo.

Lebih lanjut, evaluasi juga akan difokuskan pada penguatan integrasi data antara sekolah dan lembaga penyelenggara seleksi nasional.

Satryo mengakui bahwa perubahan sistem dan kendala teknis di waktu krusial telah memicu kepanikan di kalangan siswa dan sekolah.

Pemerintah pun berkomitmen mencari jalan keluar bagi peserta yang terdampak masalah teknis, agar tidak ada calon mahasiswa yang kehilangan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri.

Usulan penerapan SNPMB full digital berbasis e-rapor diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan proses seleksi mahasiswa baru yang lebih adil, transparan, dan minim polemik.***

Tags:
pendidikan kemenag

Komentar Pengguna