Pendidikan
Hilmi An Naufal

UMI Jadi Tuan Rumah Peksimida 2026, 59 Mahasiswa Berebut Tiket ke Tingkat Nasional

UMI Jadi Tuan Rumah Peksimida 2026, 59 Mahasiswa Berebut Tiket ke Tingkat Nasional

06 Agustus 2026 | 06:53

MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia mendapat kepercayaan menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah atau Peksimida 2026.

Sebanyak 59 mahasiswa dari 27 perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengikuti perlombaan yang berlangsung di Auditorium Al-Jibra UMI, Makassar, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Para peserta bersaing dalam empat cabang seni yang diselenggarakan di UMI, yaitu baca puisi, penulisan puisi, penulisan cerita pendek, dan penulisan lakon. Mahasiswa yang memperoleh juara pertama akan dipersiapkan mewakili daerah pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional atau Peksiminas XVIII.

UMI mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah

Rektor UMI Prof. Hambali Thalib menyampaikan bahwa penunjukan kampusnya sebagai lokasi penyelenggaraan Peksimida merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.

Menurutnya, UMI berkomitmen menyediakan fasilitas dan pelayanan yang mendukung perlombaan agar seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kampus juga berharap kegiatan tersebut melahirkan mahasiswa berbakat yang mampu membawa nama daerah pada kompetisi nasional.

Pelaksanaan kegiatan di UMI telah tercantum dalam agenda resmi kampus. Technical meeting dijadwalkan pada 27 Juli 2026, sedangkan perlombaan berlangsung sehari setelahnya di Auditorium Al-Jibra.

Empat cabang seni dipertandingkan di UMI

Ketua Panitia Peksimida Prof. Kamal Hijaz menjelaskan bahwa empat cabang yang diselenggarakan di UMI berfokus pada kemampuan membaca dan menulis karya sastra.

Cabang tersebut terdiri atas:

  • Baca puisi.
  • Penulisan puisi.
  • Penulisan cerita pendek.
  • Penulisan lakon.

Keempat cabang tersebut diikuti oleh 59 peserta yang merupakan perwakilan dari 27 perguruan tinggi.

Cabang baca puisi menguji kemampuan peserta dalam memahami, menafsirkan, dan menyampaikan karya melalui vokal, ekspresi, serta penghayatan.

Sementara itu, cabang penulisan menilai kemampuan mahasiswa mengolah gagasan menjadi karya yang memiliki struktur, gaya bahasa, kreativitas, dan pesan yang kuat.

Peksimida menjadi jalur seleksi nasional

Peksimida bukan hanya perlombaan seni tingkat daerah. Kegiatan tersebut menjadi tahapan seleksi untuk menentukan delegasi yang akan bertanding pada Peksiminas XVIII.

Pekan Seni Mahasiswa Nasional merupakan ajang seni antarmahasiswa yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyebut Peksimida sebagai wadah pembinaan, kreativitas, apresiasi, dan prestasi mahasiswa di bidang seni. Para juara tingkat daerah memperoleh kesempatan mewakili provinsinya dalam kompetisi nasional.

Peksiminas XVIII dijadwalkan berlangsung di Universitas Jember, Jawa Timur. Informasi Kemdiktisaintek menyebut pelaksanaannya direncanakan pada pertengahan September 2026. Peserta tetap perlu mengikuti pengumuman resmi terbaru apabila terdapat penyesuaian jadwal.

Total terdapat 15 cabang perlombaan

Penyelenggaraan Peksimida di Sulawesi Selatan tidak hanya berlangsung di UMI.

Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan Arifin Manggau menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 15 cabang seni yang dibagi ke beberapa tempat pelaksanaan.

Universitas Negeri Makassar menjadi lokasi untuk beberapa cabang seperti monolog, seni lukis, dan tari. Sejumlah cabang musik, termasuk seriosa, keroncong, dan dangdut, diselenggarakan melalui LLDikti.

Pembagian lokasi memungkinkan masing-masing kampus dan lembaga menyediakan tempat serta fasilitas yang sesuai dengan karakter perlombaan.

Sebagai contoh, pertunjukan monolog dan tari membutuhkan panggung serta ruang gerak yang berbeda dari lomba penulisan. Cabang musik juga memerlukan perangkat suara dan penilaian teknis yang lebih khusus.

Juri berasal dari beberapa perguruan tinggi

Panitia melibatkan juri dari berbagai institusi untuk menjaga objektivitas penilaian.

Dewan juri pada empat cabang yang diselenggarakan di UMI berasal dari Universitas Negeri Makassar, Universitas Hasanuddin, LLDikti, dan Universitas Muslim Indonesia.

Komposisi tersebut diharapkan mengurangi dominasi penilaian dari satu perguruan tinggi. Setiap karya dan penampilan dinilai berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam pedoman perlombaan.

Untuk cabang penulisan, juri perlu mempertimbangkan keaslian gagasan, kualitas bahasa, kesesuaian tema, struktur karya, dan kreativitas peserta.

Pada cabang baca puisi, penilaian dapat meliputi interpretasi, artikulasi, intonasi, ekspresi, dan kemampuan membangun hubungan dengan penonton.

Seni menjadi bagian penting dari pengembangan mahasiswa

Kegiatan mahasiswa sering kali lebih dikenal melalui perlombaan akademik, penelitian, inovasi teknologi, dan olahraga.

Peksimida memperlihatkan bahwa seni juga menjadi bagian penting dalam pengembangan mahasiswa. Melalui seni, peserta dapat melatih kreativitas, keberanian tampil, kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman terhadap budaya.

Mahasiswa yang mengikuti lomba penulisan, misalnya, tidak hanya dituntut menguasai tata bahasa. Mereka harus mampu mengamati persoalan, menemukan sudut pandang, dan menyampaikan gagasan kepada pembaca.

Peserta baca puisi juga perlu memahami makna karya sebelum menyampaikannya. Membaca dengan suara keras tanpa interpretasi yang matang belum tentu menghasilkan penampilan yang kuat.

Perguruan tinggi berperan menyiapkan peserta

LLDikti Wilayah IX sebelumnya telah meminta perguruan tinggi di wilayahnya melaksanakan Pra-Peksimida atau seleksi internal sebelum mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi.

Seleksi tersebut diperlukan agar setiap perguruan tinggi dapat menemukan mahasiswa terbaik dan memberikan waktu untuk pembinaan sebelum perlombaan daerah berlangsung.

Perguruan tinggi dapat membantu peserta melalui pelatihan, pendampingan dosen, penyediaan ruang latihan, evaluasi karya, serta simulasi perlombaan.

Dukungan tersebut penting karena bakat tidak selalu berkembang secara otomatis. Mahasiswa tetap membutuhkan latihan teratur, masukan yang jujur, dan kesempatan tampil di hadapan orang lain.

Pemenang membawa nama daerah

Peserta yang menjadi juara pertama tidak hanya membawa nama perguruan tinggi asalnya.

Mereka juga memperoleh tanggung jawab mewakili Sulawesi Selatan pada kompetisi nasional. Karena itu, pembinaan idealnya tidak berhenti setelah pengumuman pemenang Peksimida.

Delegasi terpilih masih memerlukan evaluasi terhadap kekurangan penampilan atau karya, pendalaman materi, serta persiapan mental menghadapi peserta terbaik dari provinsi lain.

Peksiminas memiliki tingkat persaingan lebih tinggi karena peserta telah melewati proses seleksi di daerah masing-masing.

UMI ingin mendorong potensi seni mahasiswa

Pimpinan UMI berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan yang mungkin tidak selalu terlihat dalam perkuliahan.

Mahasiswa dengan kemampuan menulis, membaca puisi, bermain teater, bernyanyi, menari, atau melukis membutuhkan wadah yang memberikan pengakuan terhadap karya mereka.

Penyelenggaraan Peksimida juga dapat mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka dapat bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan melihat pendekatan berkarya yang berbeda.

Persaingan tetap menjadi bagian dari perlombaan, tetapi nilai kegiatan tidak hanya ditentukan oleh medali atau peringkat. Proses latihan, keberanian mengikuti seleksi, dan pengalaman menerima penilaian juga menjadi bekal bagi peserta.

Menuju Peksiminas XVIII

Sebanyak 59 mahasiswa yang tampil di UMI membawa harapan perguruan tinggi masing-masing untuk memperoleh tiket ke tingkat nasional.

Empat cabang yang diselenggarakan di kampus tersebut menjadi bagian dari total 15 cabang seni dalam rangkaian Peksimida.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna