Keboncinta.com-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, termasuk pada mata pelajaran Matematika.
Salah satu kebijakan yang paling menarik perhatian adalah berkurangnya jumlah soal yang harus dikerjakan peserta. Namun, perubahan ini bukan berarti tingkat kesulitan ujian menjadi lebih ringan. Justru, peserta dituntut memiliki kemampuan penalaran yang lebih baik karena beberapa materi utama tetap menjadi fokus pengujian.
Oleh sebab itu, memahami pola soal dan mempersiapkan strategi belajar sejak dini menjadi langkah penting untuk meraih hasil terbaik.
Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Tinggal Menunggu Waktu Pemerintah Pastikan Persiapan Dilakukan Secara Matang
Sebagai hasil evaluasi pelaksanaan TKA sebelumnya, Kemendikdasmen menetapkan bahwa mata pelajaran Matematika pada TKA 2026 hanya terdiri atas 25 soal dengan waktu pengerjaan selama 75 menit.
Dengan alokasi tersebut, setiap peserta memiliki rata-rata sekitar tiga menit untuk menyelesaikan satu soal. Penambahan waktu per butir soal ini bertujuan agar siswa dapat membaca soal dengan lebih cermat, memahami konteks yang disajikan, serta menyusun langkah penyelesaian secara sistematis tanpa terburu-buru.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong peserta lebih fokus pada kemampuan berpikir logis dan analitis dibanding sekadar menghafal rumus.
Meskipun jumlah soal berkurang, terdapat tiga materi yang diperkirakan tetap menjadi penentu keberhasilan peserta dalam menghadapi TKA 2026.
Baca Juga: Resmi Dibuka TKA 2026 Berpotensi Menjadi Penentu Lolos Berbagai Jalur Masuk Perguruan Tinggi
Materi peluang masih menjadi salah satu topik yang sering menyulitkan siswa, terutama ketika soal disajikan dalam bentuk cerita. Tantangan utamanya bukan hanya melakukan perhitungan, tetapi juga menerjemahkan informasi dalam soal menjadi model matematika yang tepat sebelum mencari penyelesaian.
Materi ini juga diperkirakan kembali muncul dengan tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Peserta dituntut memahami pola perkalian maupun pembagian dalam deret geometri, terutama ketika konsep tersebut diterapkan dalam persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Transformasi geometri menjadi salah satu materi yang memerlukan kemampuan visualisasi yang baik. Soal dapat menggabungkan beberapa jenis transformasi, seperti translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi dalam satu permasalahan sehingga peserta harus mampu menganalisis perubahan posisi objek secara bertahap.
Baca Juga: Sekolah Bersiap Terapkan Pendidikan Inklusif Panduan Revisi 2026 Bawa Arah Baru Layanan Pembelajaran
Agar lebih siap menghadapi soal-soal berbasis penalaran, peserta dapat menerapkan beberapa strategi belajar yang efektif.
Pertama, biasakan membaca soal cerita secara teliti untuk mengenali informasi penting sebelum mulai melakukan perhitungan. Kemampuan mengubah narasi menjadi bentuk matematika akan sangat membantu dalam menyelesaikan soal dengan benar.
Selain itu, gunakan gambar atau sketsa sederhana ketika mempelajari materi transformasi geometri. Visualisasi pada bidang koordinat dapat mempermudah memahami perpindahan titik maupun bentuk sehingga risiko kesalahan dapat diminimalkan.
Kemendikdasmen juga telah menetapkan tahapan pelaksanaan TKA 2026 yang perlu diperhatikan seluruh peserta.
Pendaftaran berlangsung mulai 27 Juli hingga 27 September 2026, dilanjutkan dengan simulasi pada 21–27 September 2026. Setelah itu akan dilaksanakan gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026, sedangkan ujian utama dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Bagi peserta yang berhalangan mengikuti ujian utama, tersedia ujian susulan pada 16–29 November 2026, sementara hasil resmi TKA akan diumumkan pada 23 Desember 2026.
Pengurangan jumlah soal Matematika pada TKA 2026 memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengerjakan setiap soal dengan lebih tenang. Meski demikian, keberhasilan tetap ditentukan oleh penguasaan konsep, kemampuan bernalar, serta ketelitian dalam memahami soal.
Dengan memfokuskan persiapan pada materi peluang kejadian majemuk, barisan dan deret geometri, serta transformasi geometri, disertai latihan soal secara rutin dan mengikuti seluruh tahapan TKA sesuai jadwal resmi, peluang memperoleh hasil optimal akan semakin besar.***