Keboncinta.com-- Kabar baik datang bagi guru dan siswa madrasah. Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperkuat dukungan terhadap proses pembelajaran dengan menyediakan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab yang dapat diakses secara gratis dalam format digital.
Buku-buku tersebut tidak hanya ditujukan untuk satu jenjang pendidikan. Kemenag menyiapkan bahan ajar untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAPK).
Kehadiran buku digital ini diharapkan semakin memudahkan guru dan siswa memperoleh bahan ajar berkualitas sekaligus memperluas akses terhadap literasi keagamaan di lingkungan madrasah.
Baca Juga: Bukan Cuma Gaji! Ini Alasan Kesehatan Mental Penting di Lingkungan Kerja
Kementerian Agama telah menerbitkan sebanyak 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di madrasah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 buku merupakan Buku Teks Utama (BTU) untuk mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada jenjang MI, MTs, serta MA. Sementara itu, 32 buku lainnya disiapkan secara khusus untuk peserta didik Madrasah Aliyah Program Keagamaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa seluruh buku tersebut dapat diunduh melalui laman resmi Kementerian Agama tanpa dipungut biaya.
Penyediaan buku dalam format digital menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada guru dan peserta didik dalam memperoleh sumber belajar.
Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Kemenag dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan madrasah.
Baca Juga: SKTP Tak Kunjung Terbit? Cek Jadwal Validasi Dapodik agar Data Tidak Tertunda ke Periode Berikutnya
Buku Teks Utama yang diterbitkan Kemenag tidak disusun secara sembarangan. Proses penyusunannya dilakukan melalui sejumlah tahapan untuk memastikan materi yang disajikan memiliki kualitas dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Pemilihan penulis dilakukan secara selektif. Setelah naskah disusun, materi melalui proses telaah oleh reviewer dan evaluasi dari penilai. Pengawasan juga dilakukan oleh supervisor dengan melibatkan Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan (PBAL2K) Kemenag.
Dengan proses tersebut, buku diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga sesuai dengan perkembangan peserta didik dan kebutuhan pendidikan madrasah.
Penerbitan buku PAI dan Bahasa Arab tersebut juga berkaitan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa BTU PAI dan Bahasa Arab mencakup sejumlah mata pelajaran utama.
Untuk jenjang MI, MTs, dan MA/MAK, buku yang disiapkan meliputi Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta Bahasa Arab.
Dengan demikian, guru dan siswa dapat memperoleh bahan ajar yang disusun berdasarkan jenjang dan fase pendidikan masing-masing.
Baca Juga: Tunsus Guru Madrasah 2026 Diperpanjang, Pengajuan Masih Dibuka hingga 12 Agustus
Kemenag juga memberikan perhatian terhadap cara penyajian materi agar dapat dipahami sesuai tingkat perkembangan peserta didik.
Pada jenjang MI dan MTs, materi dirancang lebih interaktif sehingga siswa tidak hanya memahami konsep keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Islam yang ramah dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara pada jenjang pendidikan menengah atas, materi dikembangkan dengan pembahasan yang lebih mendalam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik memahami persoalan keagamaan sekaligus menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Salah satu hal menarik dalam BTU terbaru tersebut adalah adanya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan konsep Panca Cinta.
Nilai Panca Cinta mencakup:
Cinta Allah dan Rasul-Nya.
Cinta ilmu.
Cinta lingkungan.
Cinta diri dan sesama manusia.
Cinta tanah air.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik di madrasah.
Artinya, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk peserta didik agar mampu berpikir, bersikap, dan bertindak secara moderat.
Baca Juga: Terungkap! Begini Gambaran Sebenarnya Kebijakan Gaji dan Tunjangan Guru yang Ramai Diperbincangkan
Sikap moderat yang dimaksud antara lain menghargai perbedaan, membangun toleransi, menghormati budaya lokal, serta menghindari kekerasan dan sikap merasa paling benar secara eksklusif.
Selain buku PAI dan Bahasa Arab untuk madrasah secara umum, Kemenag juga menyiapkan buku khusus bagi siswa Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK).
Buku MAPK memiliki cakupan materi keagamaan yang lebih spesifik dan mendalam. Beberapa di antaranya membahas Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Fikih, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, serta Bahasa Arab.
Sebagian buku MAPK juga disusun dengan pengantar berbahasa Arab. Materinya diarahkan untuk mendukung kemampuan literasi tingkat tinggi, pemahaman teologi dari berbagai perspektif, studi perbandingan mazhab, hingga penguasaan tata bahasa Arab lanjutan.
Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab untuk MI, MTs, dan MA/MAK disusun berdasarkan enam fase pembelajaran.
Fase tersebut meliputi Fase A untuk kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, Fase C untuk kelas 5 dan 6, Fase D untuk kelas 7 hingga 9, Fase E untuk kelas 10, serta Fase F untuk kelas 11 dan 12.
Mata pelajaran yang tersedia mencakup:
Al-Qur'an Hadis
Akidah Akhlak
Fikih
Sejarah Kebudayaan Islam
Bahasa Arab
Sementara itu, buku untuk MAPK mencakup materi yang lebih khusus, seperti Tafsir, Hadis, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, Fikih, Bahasa Arab, Ilmu Hadis, Ilmu Tafsir, Ushul Fikih, serta Bahasa Arab tingkat lanjut.
Baca Juga: Tunsus Guru Madrasah 2026 Diperpanjang, Pengajuan Masih Dibuka hingga 12 Agustus
Kemenag menegaskan bahwa BTU yang diterbitkan bukan merupakan dokumen yang bersifat kaku. Buku tersebut dipandang sebagai dokumen yang dapat terus dikembangkan mengikuti perubahan dan kebutuhan zaman.
Masukan, kritik, maupun saran dari guru, siswa, akademisi, dan berbagai pihak lainnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan materi pada masa mendatang.
Dengan pendekatan tersebut, buku PAI dan Bahasa Arab diharapkan tetap relevan serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan madrasah.
Guru, siswa, dan masyarakat yang membutuhkan buku tersebut dapat mengaksesnya melalui portal resmi Kementerian Agama.
Buku disediakan dalam format digital sehingga dapat digunakan dengan lebih praktis tanpa harus selalu bergantung pada buku fisik.
Kehadiran layanan tersebut menjadi kabar positif terutama bagi madrasah yang membutuhkan tambahan sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran.
Baca Juga: Kenaikan Gaji dan Tunjangan Guru Ramai Dibahas, Ini 4 Fakta Penting yang Perlu Dipahami
Penerbitan 90 buku PAI dan Bahasa Arab oleh Kementerian Agama menjadi langkah penting dalam memperkuat ketersediaan bahan ajar berkualitas di lingkungan madrasah.
Buku tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI, MTs, MA, hingga MAPK dengan materi yang disesuaikan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, buku-buku tersebut juga membawa nilai Kurikulum Berbasis Cinta melalui Panca Cinta. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan mampu membentuk generasi madrasah yang berpengetahuan luas, berkarakter, moderat, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa.
Bagi guru dan siswa madrasah, tersedianya buku digital secara gratis tentu menjadi kesempatan untuk memperoleh sumber belajar yang lebih mudah diakses sekaligus mendukung proses pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.***