Keboncinta.com-- Akses terhadap pendidikan dan pemahaman agama yang setara merupakan hak seluruh warga negara, termasuk komunitas tuli. Namun selama ini, proses pembelajaran Islam bagi sahabat tuli masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya karena belum adanya standar nasional untuk bahasa isyarat istilah-istilah keislaman.
Akibatnya, satu konsep agama yang sama sering kali memiliki gerakan isyarat yang berbeda di berbagai daerah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan bahkan kesalahpahaman dalam proses belajar mengajar. Menjawab tantangan itu, Kementerian Agama mengambil langkah strategis dengan menggagas penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN).
KOSMIN Hadir untuk Menyatukan Bahasa Isyarat Keislaman
KOSMIN dirancang sebagai standar nasional bahasa isyarat untuk berbagai istilah keislaman yang digunakan dalam pendidikan, dakwah, dan layanan keagamaan.
Melalui program ini, berbagai istilah yang selama ini belum memiliki keseragaman akan dirumuskan dalam satu standar yang dapat digunakan secara luas di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan kesamaan pemahaman antara pengajar, pendamping, penyuluh agama, dan komunitas tuli dalam menyampaikan berbagai materi keislaman.
Mencakup Berbagai Bidang Ajaran Islam
Penyusunan KOSMIN tidak hanya terbatas pada istilah sederhana, tetapi juga akan mencakup berbagai konsep penting dalam ajaran Islam.
Pada bidang akidah, sejumlah istilah dasar seperti surga, neraka, malaikat, Allah SWT, dan Nabi Muhammad SAW akan dirumuskan dalam bentuk bahasa isyarat yang seragam.
Sementara itu, pada bidang ibadah, standar isyarat akan mencakup istilah-istilah yang berkaitan dengan thaharah, shalat, puasa, zakat, dan berbagai praktik ibadah lainnya yang sering digunakan dalam pembelajaran agama.
Baca Juga: Pencairan TPG Mei 2026 Belum Merata, SKTP Jadi Tahapan Krusial yang Harus Ditunggu
Istilah Muamalah dan Akhlak Juga Menjadi Prioritas
Selain akidah dan ibadah, KOSMIN juga akan menyentuh aspek muamalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial umat Islam.
Beberapa istilah penting seperti akad nikah, wali, ijab kabul, dan saksi akan memiliki standar gerakan isyarat yang sama sehingga lebih mudah dipahami oleh seluruh komunitas tuli di Indonesia.
Tidak kalah penting, bidang akhlak juga menjadi perhatian dalam penyusunan KOSMIN. Berbagai konsep yang bersifat abstrak seperti qanaah, ridha, sabar, dan syukur akan dirancang agar dapat dipahami secara lebih jelas dan mudah oleh sahabat tuli.
Menjawab Keterbatasan Kosa Isyarat yang Ada Saat Ini
Sebelum hadirnya KOSMIN, Indonesia baru memiliki sekitar 130 kosa isyarat keislaman. Sebagian besar kosa isyarat tersebut mencakup nama-nama surah dalam Al-Qur'an dan beberapa istilah dasar tajwid.
Jumlah itu dinilai masih jauh dari cukup untuk mendukung kebutuhan pembelajaran agama yang semakin luas dan kompleks.
Karena itu, kehadiran KOSMIN diharapkan mampu memperkaya sekaligus menyempurnakan sistem komunikasi keagamaan yang selama ini digunakan oleh komunitas tuli.
Baca Juga: Jangan Terburu Menyerah, Hasil UTBK 2026 Masih Berpeluang Mengantarkan Kamu ke Bangku PTN
Mendorong Dakwah dan Pendidikan Islam yang Lebih Inklusif
Penyusunan standar bahasa isyarat keislaman bukan hanya soal keseragaman istilah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan layanan keagamaan yang lebih inklusif.
Dengan adanya standar nasional, proses dakwah, pendidikan agama, bimbingan ibadah, hingga layanan keagamaan lainnya dapat berjalan lebih efektif dan mudah dipahami oleh sahabat tuli di berbagai daerah.
Guru, penyuluh agama, penerjemah bahasa isyarat, maupun lembaga pendidikan juga akan memiliki acuan yang sama dalam menyampaikan materi keislaman.
Langkah Penting Menuju Kesetaraan Akses Keagamaan
Kehadiran KOSMIN menjadi bukti bahwa akses terhadap ilmu agama harus dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Melalui standar bahasa isyarat yang lebih terstruktur dan seragam, komunitas tuli diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara mendalam dan benar.
Jika berhasil diterapkan secara nasional, KOSMIN tidak hanya akan menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan penting yang memperkuat inklusivitas, memperluas dakwah Islam, serta memastikan bahwa pesan-pesan keagamaan dapat diterima secara setara oleh seluruh masyarakat Indonesia.***