Sains
Hilmi An Naufal

Kenapa Matahari Terlihat Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat? Ini Faktanya

Kenapa Matahari Terlihat Terbit dari Timur dan Tenggelam di Barat? Ini Faktanya

14 Agustus 2026 | 08:35

KebonCinta.com – Setiap pagi, Matahari tampak muncul dari arah timur. Beberapa jam kemudian posisinya bergeser melintasi langit hingga akhirnya terlihat tenggelam di sebelah barat.

Pemandangan tersebut sudah begitu biasa sehingga banyak orang mungkin tidak lagi mempertanyakan penyebabnya. Padahal, yang sebenarnya terjadi bukanlah Matahari bergerak mengelilingi Bumi setiap hari.

Gerakan Matahari dari timur menuju barat yang terlihat dari permukaan Bumi merupakan gerak semu. Penyebab utamanya adalah Bumi yang terus berputar pada porosnya dari barat ke timur. NASA menjelaskan bahwa rotasi Bumi inilah yang membuat Matahari, Bulan, planet, dan bintang tampak bergerak melintasi langit dari timur ke barat.

Matahari Terlihat Bergerak, Bumi yang Sebenarnya Berputar

Untuk membayangkannya, kita bisa menggunakan sebuah bola sebagai model Bumi dan lampu sebagai Matahari.

Ketika bola diputar, bagian permukaannya secara bergantian menghadap sumber cahaya dan membelakanginya. Wilayah yang menghadap cahaya mengalami siang, sedangkan wilayah yang berada di sisi berlawanan mengalami malam.

Hal yang sama terjadi pada Bumi.

Bumi berputar pada poros imajiner yang membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Satu kali rotasi relatif terhadap Matahari berlangsung sekitar 24 jam dan menjadi dasar terjadinya pergantian siang dan malam.

Karena Bumi berputar ke arah timur, pengamat dari permukaan Bumi melihat benda-benda langit seolah bergerak ke arah sebaliknya, yaitu dari timur menuju barat.

Jadi, ketika kita melihat Matahari seolah-olah bergerak ke barat pada sore hari, sebenarnya permukaan Bumi sedang berputar membawa lokasi kita menjauh dari arah Matahari.

Mengapa Matahari Terbit dari Timur?

Jawabannya berkaitan langsung dengan arah rotasi Bumi.

Bumi berputar dari barat ke timur. Karena itulah, bagi pengamat di permukaan Bumi, Matahari tampak muncul dari arah timur dan bergerak ke barat.

NASA memberikan gambaran sederhana mengenai fenomena tersebut. Ketika suatu wilayah di Bumi berputar hingga menghadap Matahari, wilayah tersebut memasuki siang. Ketika rotasi berlanjut dan wilayah itu berbalik menjauh dari Matahari, malam pun tiba.

Dengan demikian, istilah “Matahari terbit” dan “Matahari terbenam” sebenarnya merupakan cara manusia menggambarkan posisi tampak Matahari dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Secara astronomi, bukan berarti Matahari setiap pagi benar-benar naik dari bawah horizon lalu bergerak mengelilingi Bumi.

Rotasi Bumi Berbeda dengan Revolusi

Salah satu hal yang sering tertukar dalam pembahasan gerak Bumi adalah rotasi dan revolusi.

Rotasi adalah gerakan Bumi berputar pada porosnya. Gerakan inilah yang menyebabkan pergantian siang dan malam.

Sementara itu, revolusi adalah gerakan Bumi mengorbit Matahari. Satu kali revolusi membutuhkan sekitar 365,25 hari dan menjadi dasar panjang satu tahun.

Keduanya berlangsung secara bersamaan.

Jadi, ketika Bumi sedang berputar pada porosnya setiap hari, planet ini juga sedang bergerak mengelilingi Matahari.

Bumi tidak pernah benar-benar berhenti.

Revolusi Bumi Membutuhkan Waktu Lebih dari 365 Hari

Dalam kalender, satu tahun biasanya dihitung sebanyak 365 hari.

Namun, waktu yang diperlukan Bumi untuk menyelesaikan satu orbit terhadap Matahari sedikit lebih panjang, yaitu sekitar 365,25 hari.

Tambahan seperempat hari tersebut kemudian dikompensasikan melalui tahun kabisat. Karena itu, secara umum setiap empat tahun terdapat tambahan satu hari pada bulan Februari.

Gerakan revolusi juga berkaitan dengan perubahan posisi Matahari yang terlihat sepanjang tahun.

Jika diamati dalam jangka waktu panjang, posisi Matahari di langit tidak selalu sama. Hal ini berkaitan dengan orbit Bumi dan kemiringan sumbu rotasinya.

Kemiringan Bumi Membantu Menjelaskan Pergantian Musim

Bumi tidak berputar dengan posisi sumbu yang tegak lurus terhadap bidang orbitnya.

Sumbu rotasi Bumi miring sekitar 23,4 derajat. Ketika Bumi mengelilingi Matahari, kemiringan tersebut menyebabkan belahan Bumi utara dan selatan menerima intensitas serta durasi penyinaran yang berbeda sepanjang tahun.

Dari sinilah muncul pola musim yang berbeda di berbagai wilayah.

Ketika suatu belahan Bumi lebih condong menghadap Matahari, wilayah tersebut menerima sinar Matahari lebih langsung dan mengalami periode musim panas. Enam bulan kemudian, kondisi tersebut berbalik.

Artinya, perubahan musim tidak terjadi semata-mata karena Bumi semakin dekat atau semakin jauh dari Matahari.

Kemiringan sumbu Bumi justru memiliki peran penting dalam fenomena tersebut.

Bumi Bergerak Sangat Cepat, Mengapa Kita Tidak Merasakannya?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah mengapa manusia tidak merasa sedang berada di atas planet yang berputar.

Di sekitar garis khatulistiwa, permukaan Bumi bergerak akibat rotasi dengan kecepatan sekitar 1.600 kilometer per jam. Namun, kita tidak merasakan gerakan tersebut seperti ketika berada di kendaraan yang tiba-tiba melaju.

Salah satu alasannya adalah karena manusia, atmosfer, bangunan, laut, dan berbagai benda di permukaan Bumi pada dasarnya ikut bergerak bersama planet.

Tidak ada perubahan kecepatan yang tiba-tiba dalam skala yang bisa dirasakan tubuh setiap saat.

Analogi sederhananya adalah ketika seseorang duduk di dalam pesawat yang terbang dengan kecepatan konstan. Selama pesawat bergerak stabil, penumpang di dalamnya tidak merasakan kecepatan pesawat secara langsung.

Hal serupa terjadi pada Bumi, meskipun skalanya tentu jauh lebih besar.

Apakah Matahari Sama Sekali Tidak Bergerak?

Menyebut bahwa “Matahari tidak bergerak” juga sebenarnya kurang tepat.

Matahari memang memiliki gerakannya sendiri. Matahari berotasi pada porosnya, bahkan kecepatan rotasinya berbeda antara wilayah ekuator dan kutub. NASA menjelaskan bahwa periode rotasi Matahari sekitar 25 hari di ekuator dan lebih dari 30 hari di wilayah kutub.

Selain itu, Matahari bersama seluruh Tata Surya juga bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti.

Namun, gerakan-gerakan tersebut berbeda dengan fenomena yang kita lihat setiap hari ketika Matahari tampak berpindah dari timur ke barat.

Gerak semu harian Matahari terutama dijelaskan oleh rotasi Bumi.

Bumi Juga Mengelilingi Matahari

Jika hanya memperhatikan pergantian siang dan malam, rotasi Bumi menjadi faktor utama.

Tetapi jika kita melihat pergerakan Bumi dalam skala tahunan, revolusi menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan yang bentuknya tidak benar-benar lingkaran sempurna, melainkan sedikit lonjong atau elips.

Tags:
Sains

Komentar Pengguna