KEBONCINTA.COM— Siapa sangka, berawal dari mesin jahit di lingkungan pesantren, sebuah lembaga pelatihan lokal kini bertransformasi menjadi "pabrik" pencetak ribuan operator jahit kelas dunia. Metamorfosis unik ini dialami oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Al Manshuriyah Panguragan, Kabupaten Cirebon, yang kini resmi "berganti baju" menjadi badan hukum perseroan terbatas dengan nama PT Cipta Manpower Tangguh (CMT).
Langkah berani ini diambil demi menjawab tantangan ganda: menyesuaikan diri dengan aturan anyar pemerintah sekaligus merespons lonjakan kebutuhan tenaga kerja terampil di industri manufaktur global.
Direktur LPK Cipta Manpower Tangguh, Rasmika, menceritakan bahwa perjalanan lembaga ini penuh dengan kejutan. Berdiri sejak 2019 di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Manshuriyah, lembaga ini sebenarnya sempat mencatatkan sejarah manis sebagai BLK Komunitas pertama di Kabupaten Cirebon yang mengantongi akreditasi resmi dari Lembaga Akreditasi LPK (LA-LPK) pada 2021. Uniknya, saat itu fokus utamanya adalah bidang Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan kejuruan desain grafis.
Namun, arah angin berubah tatkala Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Tahun 2025 diterbitkan. Regulasi baru ini mewajibkan seluruh LPK terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan wajib berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).
"Pengurus pondok pesantren tetap berkomitmen mempertahankan badan hukum pesantren sebagai yayasan. Karena tidak memungkinkan mengubah yayasan menjadi PT, kami mengambil langkah responsif dengan membentuk badan hukum baru, yaitu PT Cipta Manpower Tangguh," terang Rasmika, Minggu (4/10).
Lompatan dari Desain Grafis ke Jahit Skala Ekspor
Tak hanya berganti wujud hukum, PT CMT juga melakukan manuver strategis pada jenis kejuruan. Jika dulunya melatih juru desain grafis, kini PT CMT berfokus penuh mencetak tenaga kerja terampil di bidang menjahit skala industri (apparel & manufacturing).
Sebabnya tak main-main: PT CMT langsung digandeng oleh PT Monse International Sejahtera, produsen boneka skala ekspor yang memasok produknya ke ritel perabot raksasa dunia, IKEA.
Lewat Nota Kesepahaman (MoU) yang disepakati, PT CMT mengemban misi besar untuk melatih dan menyuplai 2.000 tenaga kerja jahit kompeten hingga akhir Desember. Pasokan SDM ini disiapkan untuk mengisi gedung pabrik baru PT Monse yang diproyeksikan menyerap total 3.800 pekerja.
Sisi Unik: "Plot Twist" Gender dan Penyaluran Cepat
Dinamika menarik sempat terjadi di tengah proses pelatihan. Pada tahap awal, PT CMT melatih peserta reguler yang terdiri dari pria dan wanita. Namun, di tengah jalan, pihak pabrik mengubah spesifikasi permintaan dan memprioritaskan tenaga kerja wanita untuk mengisi kuota 2.000 penjahit boneka tersebut.
Tak kehilangan akal, PT CMT bergerak cepat. Peserta laki-laki yang sudah terlanjur menguasai keterampilan jahit tidak ditelantarkan, melainkan langsung dialihkan dan disalurkan ke perusahaan mitra industri manufaktur lainnya.
Saat ini, legalitas akta notaris PT CMT telah terbit dan proses perizinan OSS tengah berjalan. Izin operasional resmi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon ditargetkan rampung sebelum 19 Oktober.
Melalui transformasi ini, lembaga yang berakar dari lingkungan pesantren tersebut optimistis mampu menjadi jembatan emas bagi masyarakat lokal Cirebon—mengubah penjahit lokal menjadi tenaga kerja kompeten yang karyanya dipajang di etalase ritel internasional. (swd)
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir