Keboncinta.com-- Kualitas kemampuan matematika siswa di Indonesia kembali menjadi perhatian serius pemerintah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa capaian numerasi nasional masih belum menunjukkan perkembangan signifikan dan bahkan tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain.
Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor matematika Indonesia tercatat di angka 366. Angka ini masih jauh di bawah negara-negara dengan performa tinggi seperti Singapura.
Kondisi ini juga diperkuat dengan rendahnya rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada mata pelajaran matematika.
Rendahnya capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor. Salah satu penyebab utama adalah persepsi siswa terhadap matematika yang masih dianggap sebagai pelajaran sulit dan menakutkan.
Anggapan ini berdampak pada menurunnya minat belajar, sehingga siswa kurang termotivasi untuk memahami materi secara mendalam.
Selain itu, pendekatan pembelajaran yang kurang tepat juga menjadi sorotan. Materi yang seharusnya menekankan pada pemahaman logika dasar sering kali langsung diarahkan pada perhitungan yang kompleks. Akibatnya, siswa kesulitan membangun fondasi konsep yang kuat secara bertahap.
Pemerintah menilai bahwa persoalan ini bersifat menyeluruh, mencakup metode pengajaran, kurikulum, hingga kualitas bahan ajar.
Situasi ini juga diperparah oleh fenomena learning loss pascapandemi yang menyebabkan penurunan kemampuan belajar siswa secara signifikan.
Sebagai langkah perbaikan, Kemendikdasmen mulai mendorong penerapan pendekatan pembelajaran berbasis deep learning.
Metode ini menitikberatkan pada pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal rumus atau menyelesaikan soal secara mekanis.
Implementasi pendekatan ini akan diperkuat melalui pelatihan kepada sekitar 1.500 guru di berbagai sekolah dasar.
Program tersebut bertujuan untuk mendorong perubahan metode mengajar menjadi lebih interaktif, adaptif, dan berorientasi pada pemahaman siswa.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dan analisis data juga menjadi bagian penting dalam strategi ini. Dengan dukungan data yang lebih akurat, kemampuan siswa dapat dipetakan secara lebih detail sehingga intervensi pembelajaran dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing.
Pemerintah optimistis bahwa penerapan deep learning dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas literasi dan numerasi nasional.
Meski demikian, upaya ini memerlukan konsistensi dan waktu agar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan matematika siswa Indonesia di masa depan.***