Keboncinta.com-- Perbincangan mengenai apakah skor UTBK SNBT di kisaran 500 hingga 700 cukup untuk menembus perguruan tinggi negeri (PTN) favorit seperti Universitas Indonesia, UGM, dan ITB kembali ramai di kalangan calon mahasiswa.
Banyak peserta seleksi masih mencari kepastian mengenai peluang mereka, meskipun sistem seleksi nasional tidak menetapkan batas nilai minimal secara resmi.
Dalam mekanisme Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh sistem pemeringkatan.
Artinya, peluang diterima tidak hanya bergantung pada skor individu, tetapi juga pada jumlah pesaing dan daya tampung program studi yang dipilih.
Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka, Formasi Capai 160 Ribu! Ini Sektor Prioritas dan Perkiraan Jadwalnya
Semakin tinggi tingkat persaingan suatu jurusan, maka semakin tinggi pula skor yang dibutuhkan untuk lolos.
Perlu dipahami bahwa nilai UTBK dihitung menggunakan metode Item Response Theory (IRT), yaitu sistem penilaian yang mempertimbangkan tingkat kesulitan soal serta pola jawaban peserta.
Dengan pendekatan ini, hasil skor tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah jawaban benar, melainkan juga kualitas respons terhadap soal.
Hal inilah yang membuat perbandingan nilai antar peserta tidak bisa dilakukan secara sederhana.
Secara umum, skor 500 hingga 700 berada pada kategori menengah dalam distribusi nilai nasional.
Baca Juga: Dibuka! PKL Kemdiktisaintek 2026 Batch 2, Peluang Magang di Instansi Pemerintah
Namun, posisi ini belum tentu cukup untuk menembus program studi dengan tingkat keketatan tinggi seperti Kedokteran, Teknik Informatika, atau jurusan populer lainnya di kampus ternama.
Pada jurusan tersebut, skor yang kompetitif biasanya berada di atas 700, bahkan bisa lebih tinggi tergantung kondisi persaingan di tahun berjalan.
Di sisi lain, peluang tetap terbuka bagi peserta dengan skor menengah, terutama jika memilih program studi dengan tingkat persaingan yang lebih rendah.
Faktor seperti jumlah peminat, kuota penerimaan, dan strategi pemilihan jurusan menjadi penentu penting dalam hasil akhir seleksi.
Oleh karena itu, calon mahasiswa disarankan untuk tidak hanya berfokus pada satu pilihan kampus atau jurusan favorit.
Baca Juga: Kesempatan Emas PKL Kemdiktisaintek 2026 Dibuka: Ini Syarat, Posisi, dan Cara Daftarnya
Menyusun strategi yang realistis dengan mempertimbangkan alternatif program studi dapat meningkatkan peluang diterima.
Memahami peta persaingan serta menyesuaikan pilihan dengan capaian skor menjadi langkah bijak dalam menghadapi SNBT 2026.
Kesimpulannya, skor UTBK 500–700 tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk lolos atau tidaknya ke PTN favorit.
Peluang tetap ada, namun sangat bergantung pada strategi, pilihan jurusan, serta dinamika persaingan pada tahun seleksi berlangsung.***