Keboncinta.com-- Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) telah menuntaskan seluruh rangkaian proses finalisasi penilaian Harmony Award 2025.
Hasil penilaian tersebut akan diumumkan pada Malam Penganugerahan Harmony Award yang digelar pada 28 November 2025 di Jakarta.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa objektivitas, integritas, dan akurasi menjadi dasar utama dalam seluruh proses penilaian.
Menurutnya, Harmony Award bukan hanya sebuah ajang penghargaan, tetapi instrumen penting untuk memastikan praktik baik dalam pemeliharaan kerukunan dapat terekam dan terbaca secara nasional.
“Harmony Award harus menjadi gambaran kerja nyata para pemangku kepentingan dalam merawat harmoni. Karena itu proses penilaiannya harus benar-benar dijaga.
Baca Juga: MBG Preneur Dorong Pesantren Kebon Cinta Kembangkan Budidaya Lele Terpadu
Setiap indikator harus diverifikasi dan setiap hasil harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kamaruddin Amin di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Ia juga menekankan bahwa kerukunan adalah pilar fundamental dalam stabilitas sosial dan pembangunan nasional.
Dengan mekanisme penilaian yang ketat, ia berharap daerah semakin terpacu untuk berinovasi, memperkuat toleransi, dan menghadirkan kebijakan yang mendukung moderasi beragama.
Sebelumnya, Kemenag telah menyelesaikan tahapan validasi instrumen penilaian pada 27 Oktober 2025 di Bogor, sebuah proses yang menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, serta sinkronisasi indikator lintas kementerian dan lembaga.
Pada tahap finalisasi, seluruh data kembali diuji melalui verifikasi dokumen dan pemeriksaan kelengkapan agar hasilnya benar-benar kredibel.
Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, menyampaikan bahwa finalisasi penilaian berlangsung lancar berkat kolaborasi berbagai elemen terkait.
Ia menegaskan bahwa Harmony Award bukan kompetisi, tetapi wujud apresiasi kepada pemerintah daerah dan FKUB yang telah menjaga ruang kerukunan secara konsisten.
“Kami memastikan seluruh tahapan penilaian berjalan akurat dan objektif. Harmony Award adalah bentuk apresiasi terhadap kerja nyata dalam merawat toleransi. Kita ingin memastikan bahwa penghargaan ini benar-benar mencerminkan praktik terbaik di lapangan,” jelasnya.
Pada Malam Penganugerahan Harmony Award 2025, sejumlah kategori akan diumumkan, antara lain:
Komitmen Tinggi dalam Pemeliharaan Kerukunan
Inspiratif FKUB
Penggerak Kerukunan Kementerian Agama
Kinerja Terbaik FKUB
Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah
Baca Juga: Mengapa Harimau Jawa Punah? Mengungkap Jejak Terakhir Sang Raja Rimba Nusantara
Kemenag berharap momentum ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan dan moderasi beragama.***