Keboncinta.com-- Menggunakan ponsel saat sedang diisi daya sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Aktivitas seperti membalas pesan, menonton video, berselancar di media sosial, hingga bermain gim sering tetap dilakukan meski perangkat masih terhubung ke charger.
Namun, kebiasaan ini kerap memunculkan kekhawatiran karena beredar anggapan bahwa menggunakan HP sambil dicas dapat menyebabkan baterai cepat rusak bahkan memicu ledakan. Lantas, benarkah anggapan tersebut? Berikut penjelasan berdasarkan cara kerja baterai modern dan faktor-faktor yang sebenarnya memengaruhi keamanan perangkat.
Baca Juga: Kemendikdasmen Tetapkan Jadwal TKA dan AN 2026, Ini Tahapan yang Harus Dipenuhi Sekolah
Sebagian besar smartphone saat ini menggunakan baterai berteknologi lithium-ion yang telah dibekali berbagai sistem perlindungan untuk menjaga keamanan selama proses pengisian daya.
Di dalam baterai terdapat Battery Management System (BMS) yang berfungsi mengatur arus listrik, suhu, hingga proses pengisian agar tidak terjadi kelebihan daya (overcharge). Berkat sistem ini, risiko baterai mengalami ledakan akibat penggunaan normal sebenarnya sangat kecil.
Banyak kasus ponsel yang terbakar atau meledak justru dipicu oleh faktor lain, seperti baterai yang sudah rusak, penggunaan charger tidak asli, kabel berkualitas rendah, korsleting, atau kondisi suhu yang terlalu ekstrem.
Ketika ponsel dihubungkan ke charger, energi listrik digunakan untuk mengisi ulang baterai melalui perpindahan ion lithium di dalam sel baterai.
Saat perangkat tetap digunakan, sebagian arus listrik tidak hanya mengisi baterai, tetapi juga langsung dimanfaatkan untuk menjalankan sistem operasi dan berbagai aplikasi yang sedang aktif. Kondisi ini dikenal sebagai parasitic load.
Fenomena tersebut memang tidak langsung membahayakan perangkat, tetapi dapat membuat baterai mengalami siklus pengisian dan penggunaan secara bersamaan dalam waktu yang lebih lama. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini berpotensi mempercepat penurunan kesehatan baterai dibandingkan penggunaan normal.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Begini Format Laporan MPLS Ramah 2026 yang Sesuai Ketentuan Terbaru
Bukan aktivitas menggunakan HP sambil dicas yang paling berbahaya, melainkan suhu tinggi yang muncul selama proses tersebut.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko overheat antara lain:
Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat degradasi baterai, menurunkan performa perangkat, hingga dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko kerusakan komponen.
Agar baterai tetap awet dan proses pengisian berlangsung aman, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan.
Gunakan selalu charger dan kabel asli atau yang telah memiliki sertifikasi resmi sesuai spesifikasi perangkat. Saat mengisi daya, letakkan ponsel di permukaan yang keras dan memiliki sirkulasi udara baik agar panas dapat dilepaskan dengan optimal.
Jika menggunakan casing yang cukup tebal, sebaiknya dilepas sementara ketika proses pengisian berlangsung, terutama saat perangkat mulai terasa panas.
Selain itu, hindari menjalankan aplikasi berat seperti bermain game atau melakukan editing video dalam waktu lama selama proses charging. Pemeriksaan kesehatan baterai secara berkala juga penting dilakukan untuk memastikan performanya tetap optimal.
Secara umum, smartphone modern sangat jarang mengalami ledakan hanya karena digunakan saat sedang diisi daya.
Sebagian besar insiden yang pernah terjadi berkaitan dengan penggunaan baterai yang telah rusak, charger palsu, korsleting listrik, atau panas berlebih akibat penggunaan yang tidak sesuai.
Selama perangkat masih dalam kondisi baik, menggunakan aksesori resmi, dan tidak mengalami overheating, penggunaan HP sambil dicas relatif aman dilakukan meskipun tetap disarankan untuk membatasi aktivitas berat agar umur baterai lebih panjang.
Menggunakan HP saat sedang dicas bukanlah penyebab utama terjadinya ledakan seperti yang sering dipercaya banyak orang. Teknologi baterai modern telah dirancang dengan berbagai sistem pengamanan yang mampu mengontrol proses pengisian daya secara otomatis.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi baterai, memilih charger yang berkualitas, menghindari panas berlebih, serta membatasi penggunaan aplikasi berat saat pengisian berlangsung. Dengan kebiasaan yang tepat, keamanan perangkat tetap terjaga dan usia baterai pun dapat bertahan lebih lama.***