Pendidikan
Hilmi An Naufal

Sekolah Berkualitas Belum Merata, Pemerintah Perluas Program SNT ke Berbagai Daerah

Sekolah Berkualitas Belum Merata, Pemerintah Perluas Program SNT ke Berbagai Daerah

01 Agustus 2026 | 07:40

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai jumlah sekolah unggul di Indonesia masih sangat terbatas dan belum tersebar secara merata. Kondisi tersebut membuat tidak semua anak memperoleh akses terhadap layanan pendidikan dengan fasilitas, pembelajaran, dan pengembangan bakat yang berkualitas.

Pemerintah kemudian mengembangkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT sebagai salah satu langkah untuk memperbanyak pusat pendidikan bermutu di daerah. Sekolah tersebut diharapkan tidak hanya melayani murid yang belajar di dalamnya, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sekolah lain di wilayah sekitarnya.

Sekolah unggul masih terkonsentrasi

Menurut Abdul Mu’ti, Indonesia memiliki sejumlah sekolah dengan prestasi akademik, fasilitas, dan tata kelola yang baik. Namun, jumlahnya dinilai belum sebanding dengan luas wilayah dan besarnya populasi murid di seluruh Indonesia.

Sekolah berkualitas juga cenderung lebih mudah ditemukan di kota besar. Sementara itu, murid yang tinggal di daerah masih menghadapi keterbatasan pilihan sekolah, fasilitas laboratorium, akses teknologi, kegiatan pengembangan bakat, dan tenaga pendidik dengan kompetensi tertentu.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menghadirkan sekolah yang dapat menjadi pusat pertumbuhan mutu pendidikan pada tingkat daerah. Program yang dikembangkan bukan hanya berfokus pada pembangunan gedung baru, tetapi juga pada peningkatan kualitas guru, kurikulum, karakter, fasilitas, dan sistem pembelajaran.

SNT menggabungkan jenjang SMP dan SMA

Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang dengan menggabungkan layanan pendidikan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Integrasi tersebut mencakup proses belajar, pembinaan karakter, pengembangan kompetensi guru, pengembangan minat dan bakat murid, pemanfaatan fasilitas bersama, serta sistem penjaminan mutu.

Melalui model tersebut, proses pendidikan murid dari jenjang SMP menuju SMA diharapkan berjalan lebih terarah. Sekolah dapat membangun program pengembangan kemampuan yang berkelanjutan tanpa harus memulai kembali pemetaan potensi murid ketika mereka berpindah jenjang.

Berbeda dari sekolah berasrama, SNT dikembangkan sebagai sekolah reguler. Murid tetap tinggal bersama keluarganya dan mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Bukan sekolah berstandar internasional

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi tetap merupakan sekolah dengan standar nasional. Program ini tidak dirancang menggunakan label sekolah bertaraf internasional.

Walaupun menggunakan standar nasional, pemerintah menargetkan lulusan SNT memiliki kemampuan untuk bersaing pada tingkat nasional dan global.

Pembelajaran akan dikembangkan melalui pendekatan STEAMS yang mencakup sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan masyarakat. Pendekatan tersebut dipadukan dengan pembelajaran mendalam, digitalisasi, kepemimpinan, kewirausahaan, serta penguatan keterampilan abad ke-21.

Setiap sekolah juga dapat memiliki bidang unggulan yang berbeda sesuai dengan potensi daerah. Contohnya berupa pertanian, perikanan, teknologi, pengodean, kecerdasan artifisial, seni, olahraga, maupun sektor lain yang relevan dengan karakteristik wilayah.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya mengajarkan materi secara umum, tetapi juga membantu murid memahami dan mengembangkan potensi yang tersedia di daerahnya.

Pengembangan akademik dan olahraga berjalan bersama

Salah satu unsur yang mendapatkan perhatian dalam Program SNT adalah pengembangan olahraga.

Pemerintah ingin memastikan sekolah unggul tidak hanya menghasilkan murid dengan nilai akademik tinggi. Murid juga perlu memperoleh kesempatan mengembangkan kesehatan fisik, kedisiplinan, kerja sama, dan bakat olahraga.

Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang kelas pintar, laboratorium modern, perpustakaan dan ruang belajar bersama, studio seni, pusat olahraga, pusat pengembangan guru, serta fasilitas pembelajaran lainnya.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan ruang bagi murid untuk mencoba berbagai kegiatan. Seorang murid dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mengikuti seni, olahraga, teknologi, penelitian, dan kegiatan kepemimpinan.

Menjadi pusat peningkatan mutu sekolah sekitar

Sekolah Nasional Terintegrasi tidak dirancang untuk berkembang sendiri dan meninggalkan sekolah lain di sekitarnya.

SNT diproyeksikan menjadi mitra sekaligus pusat pengembangan mutu pendidikan di wilayahnya. Sekolah lain dapat memanfaatkan laboratorium pembelajaran, sumber belajar, program pendampingan, pelatihan guru, serta praktik baik yang telah diterapkan di SNT.

Guru dari sekolah sekitar juga dapat mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas dampak program sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh murid yang diterima langsung sebagai peserta SNT.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya diukur berdasarkan nilai dan prestasi murid. Pemerintah juga akan melihat perkembangan profesional guru, kolaborasi antarsekolah, pemanfaatan fasilitas bersama, serta peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Pemerintah menargetkan 500 layanan SNT

Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang percepatan peningkatan mutu pendidikan melalui SNT.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT hingga 2029. Pada 2026, program tersebut disiapkan di 37 lokasi.

Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027. Sementara itu, 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan pada 2026 dan direncanakan mulai menerima murid pada 2027.

Pemilihan lokasinya dilakukan melalui proses pengusulan, pemeriksaan dokumen, verifikasi lapangan, dan konfirmasi kesiapan lahan bersama pemerintah daerah.

Pemerintah daerah memiliki peran penting karena pembangunan dan pengoperasian sekolah membutuhkan dukungan lahan, fasilitas, tenaga pendidik, transportasi, serta koordinasi dengan sekolah di wilayah setempat.

Murid berasal dari daerah lokasi SNT

Pemerintah memprioritaskan calon murid yang berasal dari daerah tempat SNT berada. Kebijakan tersebut ditujukan agar kehadiran sekolah benar-benar memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat setempat.

Seleksi penerimaan murid harus dilaksanakan secara objektif, transparan, inklusif, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

SNT ditujukan bagi murid yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan. Namun, seleksi tidak hanya diarahkan untuk mencari anak yang telah berprestasi.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna