Berita
Rahman Abdullah

Program Makan Bergizi Gratis Belum Menjangkau Mayoritas Santri, Pemerintah Siapkan Perluasan

Program Makan Bergizi Gratis Belum Menjangkau Mayoritas Santri, Pemerintah Siapkan Perluasan

12 Juni 2026 | 16:11

Keboncinta.com-- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini diharapkan mampu mendukung kesehatan, pertumbuhan, serta kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, termasuk para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Namun di balik perluasan program yang terus dilakukan, terdapat fakta yang cukup mengejutkan. Dari jutaan santri yang tersebar di seluruh Indonesia, ternyata baru sebagian kecil yang telah merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga: Kemenhaj Minta Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun, Ini Alasan Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

Baru Sebagian Kecil Santri Menikmati MBG

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa jumlah santri penerima manfaat MBG masih jauh dari total populasi santri nasional.

Berdasarkan data yang disampaikan, Indonesia memiliki sekitar 4.268.846 santri. Namun hingga saat ini, baru sekitar 454.720 santri atau sekitar 10,65 persen yang telah mendapatkan manfaat dari program tersebut.

Data tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas yang membahas peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis serta penguatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil.

Pesantren Masih Membutuhkan Perhatian

Menurut Menag, masih banyak pondok pesantren yang belum tersentuh program MBG dan membutuhkan perhatian lebih agar para santri memperoleh akses yang sama terhadap layanan pemenuhan gizi yang disediakan pemerintah.

Keberadaan program ini dinilai sangat penting karena tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap konsentrasi belajar, perkembangan fisik, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, perluasan jangkauan MBG menjadi salah satu langkah strategis yang terus didorong pemerintah.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Penyelesaian Guru Non-ASN Terdata, Arah Kebijakan Kepegawaian Pendidikan Kian Jelas

Dukung Kesehatan dan Pendidikan Santri

Program Makan Bergizi Gratis dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan generasi muda Indonesia. Bagi santri yang sebagian besar tinggal dan belajar di lingkungan pesantren, ketersediaan makanan bergizi menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas belajar dan pembentukan karakter.

Dengan asupan gizi yang lebih baik, diharapkan para santri dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan mampu meraih prestasi yang lebih optimal.

Kemenag Siap Perkuat Data Penyaluran

Untuk mendukung percepatan program, Kementerian Agama menyatakan siap membantu pemerintah dalam menyediakan data resmi lembaga pendidikan keagamaan yang berada di bawah pembinaannya.

Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam menentukan sasaran penerima manfaat sehingga penyaluran program dapat berjalan lebih tepat dan efektif.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat perluasan MBG ke berbagai pesantren yang selama ini belum mendapatkan akses program.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Beasiswa 150 Ribu Guru 2026, Dorong Peningkatan Kualifikasi Akademik dan Mutu Pendidikan Nasional

Harapan Cakupan MBG Terus Bertambah

Pemerintah berharap kolaborasi antara kementerian, lembaga pendidikan keagamaan, dan berbagai pihak terkait dapat memperluas cakupan penerima manfaat MBG secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan sinergi yang lebih kuat, jutaan santri yang belum tersentuh program diharapkan dapat segera memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang menjadi hak mereka.

Keberhasilan perluasan MBG bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

Tags:
berita nasional kemenag Menag Makan Bergizi Gratis MBG

Komentar Pengguna