Parenting
SUWANDI

Perbedaan Pandangan Antargenerasi tentang Childfree: Dipengaruhi Faktor Zaman, Ekonomi, dan Akses Informasi

Perbedaan Pandangan Antargenerasi tentang Childfree: Dipengaruhi Faktor Zaman, Ekonomi, dan Akses Informasi

20 Juli 2026 | 10:40

Keboncinta.com - Fenomena pilihan hidup tanpa anak atau childfree kerap memicu perdebatan hangat di masyarakat. Perbedaan sudut pandang antara kelompok pro dan kontra terhadap childfree pada dasarnya didasari oleh konteks zaman, tantangan ekonomi, serta tingkat akses informasi yang dialami oleh masing-masing generasi.

Generasi Boomers cenderung memegang teguh pentingnya memiliki anak. Lingkungan masa lalu dengan tingkat harapan hidup yang relatif lebih rendah serta minimnya akses instrumen investasi dan asuransi masa tua membentuk pemahaman bahwa anak adalah penerus sekaligus penopang masa depan keluarga.

Selain itu, biaya hidup, kepemilikan hunian, dan pendidikan pada masa itu jauh lebih terjangkau dibandingkan era modern, sehingga slogan banyak anak banyak rezeki dinilai realistis pada zamannya.

Memasuki Generasi X, pandangan utama mengenai pernikahan dan pengasuhan anak masih memiliki kemiripan dengan generasi sebelumnya. Namun, Generasi X mulai merasakan tingginya biaya pendidikan serta pengeluaran ganda sebagai generasi penghimpit (sandwich generation) yang harus menanggung biaya hidup anak sekaligus orang tua.

Sementara itu, Generasi Milenial dan Generasi Z menghadapi realitas ekonomi yang jauh berbeda akibat laju inflasi dan kenaikan harga properti yang signifikan.

Generasi Z, yang tumbuh di era melimpahnya akses informasi digital dan literasi keuangan, cenderung memandang pengasuhan anak dari sudut pandang kesiapan finansial dan psikologis.

Biaya hidup yang semakin tinggi serta kesadaran akan beban ekonomi maupun potensi trauma pengasuhan membuat sebagian dari mereka memandang childfree sebagai pilihan yang masuk akal.

Di sisi lain, terdapat argumen ekonomi makro yang menilai bahwa penurunan jumlah kelahiran dapat berdampak pada penuaan populasi (aging population), yang berpotensi membebani sistem jaminan sosial dan memperlambat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Pada akhirnya, perbedaan pandangan mengenai childfree tercermin dari spektrum latar belakang dan tantangan di tiap zaman.

Keputusan untuk memiliki atau tidak memiliki anak dipandang sebagai pilihan pribadi yang memerlukan tanggung jawab penuh, khususnya dalam menjamin kesejahteraan, pendidikan, dan masa depan anak jika memutuskan untuk membangun keluarga. (swd)

Tags:
Parenting Inner Child Childfree

Komentar Pengguna