Keboncinta.com-- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang pendidikan menengah akan digelar secara bertahap dengan skema yang lebih terstruktur dan terencana.
Kebijakan ini disiapkan untuk memastikan asesmen berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus menghasilkan data capaian belajar siswa yang lebih akurat.
Melalui arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, pelaksanaan TKA tahun ini difokuskan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Selain itu, pemerintah juga tetap memasukkan Survei Lingkungan Belajar sebagai instrumen penting untuk memotret kualitas ekosistem pendidikan di setiap satuan pendidikan.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Dipersiapkan Lebih Matang, Pemerintah Fokus Buka Peluang Fresh Graduate
Pendekatan komprehensif tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai capaian akademik siswa, sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perbaikan mutu pembelajaran di sekolah.
Penyelenggaraan TKA 2026 akan mencakup jenjang SMA, MA, SMK, serta pendidikan kesetaraan Paket C, dengan sistem pembagian gelombang guna menjamin kesiapan teknis pelaksanaan.
Pemerintah telah menetapkan empat kelompok jadwal utama dalam pelaksanaan TKA 2026, yaitu:
Gelombang 1: 26 – 29 Oktober 2026
Gelombang Khusus: 31 Oktober – 1 November 2026
Gelombang 2: 2 – 5 November 2026
Gelombang Khusus: 7 – 8 November 2026
Baca Juga: Kabar Gembira! Pencairan TPG 2026 Makin Dekat, SKTP Resmi Terbit di Info GTK
Setiap hari pelaksanaan dibagi ke dalam empat sesi pengerjaan, mulai dari Sesi I hingga Sesi IV.
Sebagai gambaran, Sesi I dimulai pukul 07.00 WIB, sementara peserta di wilayah WITA dan WIT menyesuaikan pada pukul 08.00 waktu setempat.
Pengaturan ini dirancang agar sekolah dapat mengelola penggunaan laboratorium komputer dan akses internet secara lebih fleksibel sesuai kapasitas masing-masing.
TKA 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ujian akademik, melainkan sebagai rangkaian asesmen menyeluruh.
Setiap sesi pengerjaan diawali dengan latihan selama 10 menit agar peserta terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer yang digunakan.
Baca Juga: SKTP Guru Februari 2026 Mulai Terbit di Info GTK, Tanda Pencairan TPG Kian Dekat
Adapun komponen utama yang diujikan meliputi kemampuan bahasa, numerasi, serta mata pelajaran pilihan.
Pada aspek bahasa, peserta mengerjakan asesmen Bahasa Indonesia dan Literasi Membaca selama 60 menit, dilanjutkan Bahasa Inggris selama 50 menit untuk mengukur kemampuan memahami dan menalar teks.
Sementara itu, asesmen numerasi dan matematika berdurasi 70 menit difokuskan pada kemampuan berpikir logis dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta juga mengerjakan dua mata pelajaran pilihan sesuai dengan konsentrasi atau jurusan yang diambil, masing-masing dengan alokasi waktu 60 menit.
Skema ini dirancang agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan kompetensi akademik siswa secara proporsional.
Dengan pelaksanaan bertahap, penguatan literasi dan numerasi, serta dukungan Survei Lingkungan Belajar, TKA 2026 jenjang pendidikan menengah diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kompetensi dan karakter peserta didik.
Data yang dihasilkan menjadi landasan penting bagi sekolah dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.***