Keboncinta.com-- Sejak kecil, banyak orang diingatkan agar tidak membaca sambil tiduran atau di tempat gelap karena dianggap bisa merusak mata secara permanen. Larangan ini begitu populer hingga sering dipercaya tanpa dipertanyakan. Namun, apakah anggapan tersebut benar menurut ilmu kesehatan, atau sekadar mitos yang dibesar-besarkan?
Secara medis, membaca sambil tiduran atau di tempat gelap tidak menyebabkan kerusakan mata permanen. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat mata rusak selamanya. Namun, bukan berarti kebiasaan ini sepenuhnya aman dan tanpa dampak.
Membaca di tempat gelap memaksa mata bekerja lebih keras karena kontras cahaya yang rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan mata cepat lelah, kering, perih, atau pusing. Gejala tersebut dikenal sebagai eye strain atau kelelahan mata. Meski terasa tidak nyaman, efek ini bersifat sementara dan akan membaik setelah mata beristirahat.
Sementara itu, membaca sambil tiduran—terutama dengan posisi miring—dapat membuat jarak pandang antara mata dan bacaan menjadi tidak seimbang. Posisi ini juga sering memicu postur leher dan punggung yang kurang baik. Akibatnya, bukan hanya mata yang terasa lelah, tetapi juga leher dan bahu menjadi tegang.
Masalah lain yang sering dikaitkan dengan kebiasaan membaca adalah rabun jauh (miopia). Banyak orang mengira membaca di tempat gelap langsung menyebabkan mata minus. Faktanya, miopia lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan kebiasaan melihat jarak dekat dalam waktu lama tanpa jeda, bukan semata-mata karena cahaya atau posisi membaca.
Meski tidak merusak mata secara permanen, kebiasaan membaca yang buruk tetap perlu diperbaiki. Membaca dengan pencahayaan cukup, jarak yang sesuai, dan posisi duduk yang nyaman membantu mengurangi kelelahan mata. Selain itu, menerapkan aturan 20-20-20—setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki selama 20 detik—dapat menjaga kesehatan mata.
Jika mata sering terasa lelah, buram, atau sakit kepala setelah membaca, hal tersebut menjadi sinyal untuk beristirahat atau memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Kebiasaan kecil yang diabaikan dalam jangka panjang bisa menurunkan kenyamanan penglihatan, meski tidak sampai merusak mata secara permanen.
Kesimpulannya, membaca sambil tiduran dan di tempat gelap tidak menyebabkan kerusakan mata permanen. Namun, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kelelahan mata dan ketidaknyamanan jika dilakukan terus-menerus. Dengan kebiasaan membaca yang lebih sehat, mata dapat tetap nyaman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.