Berita
Admin

Menuju Indonesia Maju, Ini 6 Kebijakan Strategis Presiden Prabowo Tahun 2026

Menuju Indonesia Maju, Ini 6 Kebijakan Strategis Presiden Prabowo Tahun 2026

04 Februari 2026 | 09:58

Keboncinta.com-- Presiden Prabowo Subianto memaparkan enam kebijakan strategis nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Paparan tersebut disampaikan di hadapan 4.011 peserta yang terdiri dari pimpinan kementerian dan lembaga negara, serta para kepala daerah tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia.

Rakornas ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja bersama agar kebijakan strategis dapat diimplementasikan secara konkret hingga ke tingkat daerah.

Baca Juga: Silaturahmi Presiden Prabowo dengan Ormas Islam, Isu Keumatan jadi Fokus Utama

Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i serta jajaran pejabat eselon I Kementerian Agama turut hadir sebagai peserta aktif.

Kehadiran jajaran Kemenag menegaskan komitmen untuk menyelaraskan program dan kebijakan sektoral dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo.

“Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, dan rakyat kita harus bahagia. Kita ingin menjadi negara maju dan modern, di mana seluruh rakyat merasakan kualitas hidup yang baik,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya di Bogor, Senin (2/2/2026).

Dalam pemaparannya, Presiden Prabowo menjelaskan enam arah kebijakan strategis yang akan menjadi fondasi pembangunan nasional tahun 2026. Kebijakan pertama adalah penguatan ketahanan pangan dan energi.

Pemerintah menargetkan swasembada pangan melalui peningkatan produksi serta penguatan cadangan nasional. Di sektor energi, fokus diarahkan pada optimalisasi sumber energi dalam negeri serta percepatan transisi menuju kemandirian energi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Temui Tokoh Ormas Islam dan Pimpinan Pesantren, Bahas Kampung Haji hingga Ekonomi Umat

Kebijakan kedua menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas dengan target menjangkau 82,9 juta penerima pada 2026.

Selain itu, pemerintah mendorong pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini dan penguatan layanan kesehatan daerah, serta pengembangan pendidikan melalui Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga miskin dan digitalisasi pembelajaran, termasuk penggunaan papan tulis interaktif.

Penguatan ekonomi menjadi kebijakan strategis ketiga. Pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Program hilirisasi juga terus diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, diiringi upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan UMKM.

Baca Juga: Siswa Eligible Wajib Tahu, Ini Langkah Amankan Data SNPMB untuk SNBP 2026

Kebijakan keempat berfokus pada pembangunan berbasis wilayah dan lingkungan. Salah satu program unggulannya adalah pembentukan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih guna mendorong swasembada protein laut.

Selain itu, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) digulirkan melalui pelaksanaan 34 proyek waste to energy di 34 kota dengan nilai investasi hampir 3,5 miliar dolar AS, serta pengelolaan sampah nasional yang terpadu.

Pengentasan kemiskinan menjadi kebijakan strategis kelima dengan menekankan integrasi bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah menargetkan pendekatan yang lebih terarah dan berkelanjutan agar masyarakat miskin tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh akses peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga: Kepala KUA Kini Bisa dari Penyuluh Agama, Ini Aturan Baru Kemenag

Adapun kebijakan keenam adalah penguatan politik luar negeri. Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif, sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang perdagangan dan keamanan demi menjaga kepentingan nasional.

Enam kebijakan strategis ini diharapkan menjadi peta jalan pembangunan Indonesia pada 2026, dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci utama keberhasilannya.***

Tags:
berita nasional Presiden Prabowo Subianto

Komentar Pengguna