Keboncinta.com-- Saat pelaksanaan ulangan, banyak guru menerapkan kebijakan mengumpulkan handphone (HP) siswa sebelum ujian dimulai. Kebijakan ini sering menimbulkan pertanyaan: apakah benar cara ini efektif untuk mencegah siswa menyontek?
Pada dasarnya, mengumpulkan HP bukan berarti guru menuduh siswa akan berbuat curang. Langkah ini lebih kepada upaya pencegahan agar siswa tidak terdistraksi oleh notifikasi pesan, media sosial, atau aplikasi lainnya. Di era digital saat ini, HP sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak jarang dalam kegiatan belajar mengajar, siswa masih tergoda membuka chat, media sosial, bahkan bermain gim secara diam-diam. Hal ini tentu dapat mengganggu konsentrasi dan proses pembelajaran.
Saat ulangan, waktu yang tersedia biasanya lebih terbatas dibandingkan jam pelajaran biasa. Jika siswa terdistraksi oleh HP, waktu yang seharusnya digunakan untuk berpikir dan menjawab soal justru terbuang. Akibatnya, soal tidak terselesaikan secara maksimal dan hasil yang diperoleh pun kurang optimal.
Namun, apakah kebijakan ini selalu efektif? Jawabannya tergantung pada konteks. Di beberapa sekolah, pelaksanaan ulangan sudah berbasis teknologi, misalnya menggunakan tautan yang dibagikan secara daring dan dikerjakan melalui perangkat masing-masing. Dalam situasi seperti ini, HP atau gawai justru menjadi alat utama untuk mengerjakan ujian.
Dengan demikian, efektivitas kebijakan mengumpulkan HP saat ulangan sangat bergantung pada sistem dan kebijakan yang diterapkan di masing-masing sekolah. Jika ujian dilakukan secara konvensional, mengumpulkan HP bisa menjadi langkah yang cukup efektif untuk menjaga fokus dan mencegah potensi kecurangan. Namun jika ujian berbasis digital, pengawasan dan pengaturan teknis yang tepat menjadi solusi yang lebih relevan.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya soal mengumpulkan atau tidak mengumpulkan HP, tetapi bagaimana membangun kesadaran dan kejujuran siswa dalam mengikuti ulangan. Karena pendidikan sejatinya tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.