Parenting
SUWANDI

Mengenal Tanda Pubertas pada Anak dan Peran Penting Orang Tua Menurut Dokter Spesialis

Mengenal Tanda Pubertas pada Anak dan Peran Penting Orang Tua Menurut Dokter Spesialis

20 Juli 2026 | 08:29

Keboncinta.com - Pubertas merupakan suatu kejadian yang menginisiasi atau memulai perubahan menyeluruh dalam kehidupan seorang anak untuk menjadi sosok dewasa. Perubahan ini mencakup semua aspek manusia yang meliputi aspek biologis, psikologis, hingga interaksi sosial.

Pada fase ini, anak-anak cenderung mengalami perubahan sikap psikologis seperti perilaku memberontak terhadap orang tua dan lebih senang berinteraksi atau berkumpul dengan teman sebaya dibandingkan mengikuti aktivitas keluarga.

dr. Fransisca selaku Dokter Spesialis Anak & Remaja, menjelaskan secara rinci batasan usia normal tanda-tanda pubertas secara biologis, khususnya pada anak perempuan. Bagi anak perempuan, munculnya tunas payudara paling cepat terjadi pada usia 8 tahun dan selambat-lambatnya pada usia 14 tahun.

Jika tunas payudara muncul sebelum usia 8 tahun atau belum tampak hingga usia 14 tahun, kondisi tersebut menandakan adanya pubertas yang terlalu cepat atau terlambat sehingga anak perlu segera dibawa ke dokter.

Sementara itu, tanda akhir pubertas biologis pada anak perempuan adalah menstruasi, yang rata-rata terjadi di usia 11 hingga 12 tahun dan batas maksimal ditunggu hingga usia 16 tahun.

Menurut dr. Fransisca, anak yang sudah mengalami menstruasi normal pun sebaiknya tetap dikonsultasikan ke dokter untuk memantau aspek kesehatan lain, seperti risiko anemia akibat kehilangan darah setiap bulannya.

Untuk menghadapi masa pubertas ini, dr. Fransisca menekankan bahwa persiapan nomor satu dan utama bagi orang tua adalah membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Orang tua harus belajar terlebih dahulu agar memahami apa saja yang perlu dibahas dan bagaimana cara menyampaikannya kepada anak sebelum pubertas itu benar-benar terjadi.

Pembahasan mengenai aspek psikologis, sosial, dan terutama edukasi seksual menjadi sangat krusial dibicarakan lebih awal, terlebih di era digital saat anak-anak sangat rentan terpapar konten kekerasan atau seksual melalui gawai (gadget).

Orang tua disarankan memanfaatkan momen kedekatan saat pengaruh keluarga masih kuat untuk menanamkan pemahaman ini. Pendekatan edukasi seksual tidak perlu dilakukan secara kaku, melainkan bisa disisipkan melalui aktivitas sehari-hari, seperti mengajarkan anak tentang bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh serta cara menghargai tubuh mereka sendiri saat berinteraksi dengan orang lain. (swd)

Tags:
Remaja Masa Kini Masa pubertas Psikologi Remaja

Komentar Pengguna