Keboncinta.com-- Mempelajari karya sastra lama merupakan bagian penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satunya adalah teks hikayat, yaitu bentuk prosa naratif tradisional yang berkembang di wilayah Melayu klasik. Teks hikayat biasanya menceritakan kesaktian tokoh, peristiwa yang mustahil, atau kehidupan di lingkungan istana.
Mari mengenal ciri-ciri utama hikayat agar kita memahami keunikan dalam teks tersebut.
Kemustahilan berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi, tidak logis, atau di luar nalar manusia.
Contoh: “Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.”
Kesaktian tokoh berarti kehebatan atau kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh tokoh dalam cerita, biasanya di luar kemampuan manusia biasa.
Contoh: “Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan.”
Pengarang hikayat biasanya tidak diketahui atau tidak disebutkan namanya.
Ceritanya berlatar kehidupan kerajaan atau lingkungan bangsawan.
Menggunakan kata-kata lama yang jarang digunakan pada masa kini.
Contoh: hatta, titah, bejana, upeti, cembul.
Contoh hikayat yang sering dipelajari antara lain:
Walaupun banyak mengandung hal yang tidak masuk akal, teks hikayat memiliki nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pelajaran, seperti nilai agama, moral, budaya, sosial, dan pendidikan.
Hikayat bukan sekadar cerita lama, tetapi juga cerminan kehidupan dan nilai-nilai luhur masa lampau. Dengan mempelajari ciri-ciri hikayat, siswa dapat lebih memahami perkembangan bahasa dan sastra Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.