Keboncinta.com - Rasa sakit dan pegal-pegal pada otot sering kali menjadi kendala utama bagi para pemula yang baru mulai rutin berolahraga. Tidak sedikit orang yang akhirnya memutuskan untuk berhenti berolahraga karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dirasakan di awal sesi latihan.
Kondisi medis ini dikenal dengan istilah Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS. DOMS terjadi karena serat-serat otot mengalami robekan kecil saat berolahraga, yang nantinya akan ditambal oleh tubuh menggunakan protein sehingga otot bertumbuh menjadi lebih besar dan kuat.
Oleh karena itu, rasa sakit akibat DOMS sebenarnya merupakan pertanda baik bahwa tubuh sedang mengalami proses pertumbuhan. Rasa sakit ini umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua hari, serta bukan merupakan tanda cedera selama tidak ada sendi yang terkilir atau akibat jatuh.
Untuk meminimalisir efek DOMS, para pemula disarankan untuk menerapkan teknik olahraga yang benar, jika memungkinkan didampingi oleh pelatih. Pada sesi awal, beban latihan tidak boleh terlalu berat agar tidak memicu cedera. Bagi yang berlatih di pusat kebugaran (gym), disarankan untuk lebih banyak menggunakan mesin latihan terlebih dahulu dan menghindari beban bebas (free weight) seperti barbel hingga tubuh menjadi lebih terbiasa.
Selain itu, proses pemulihan otot dapat dipercepat dengan melakukan kompres es setelah berolahraga, mengonsumsi makanan yang tinggi protein, serta menjaga istirahat yang cukup. Pada tahap awal, olahraga sebaiknya tidak dilakukan berturut-turut setiap hari, melainkan diberikan jeda istirahat minimal satu hari di antaranya. Tujuan utama bagi pemula adalah menemukan cara agar bisa menikmati aktivitas olahraga terlebih dahulu, sebelum fokus pada pembentukan tubuh.
Rasa sakit yang muncul setelah berolahraga sebaiknya dipandang sebagai sebuah kehormatan karena tidak semua orang memiliki kemauan untuk bangkit dan mulai berolahraga.
Rasa sakit tersebut hanya bersifat sementara, sementara rasa penyesalan akibat mengabaikan kesehatan fisik dapat bertahan seumur hidup. Oleh karena itu, setiap pria diharapkan mampu menyadari kekuatan fisik maksimal yang mereka miliki melalui olahraga yang konsisten. (swd)