Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Mengapa Kebiasaan Menunda Sering Ternyata Berhubungan dengan Kondisi Emosi Kita

Mengapa Kebiasaan Menunda Sering Ternyata Berhubungan dengan Kondisi Emosi Kita

24 Juni 2026 | 21:47

Keboncinta.com-- Ada momen ketika tugas sebenarnya tidak terlalu sulit, waktunya cukup, bahkan niat sudah ada. Tapi entah kenapa, kita tetap memilih membuka media sosial, merapikan hal-hal kecil yang tidak mendesak, atau sekadar “nanti saja”. Penundaan seperti ini sering terasa sepele, sampai akhirnya menumpuk dan berubah jadi rasa bersalah yang diam-diam mengganggu pikiran.

Kalau diperhatikan lebih dalam, menunda bukan selalu soal malas. Banyak orang mengira ini murni soal disiplin, padahal ada lapisan lain yang lebih halus: kondisi emosi. Saat seseorang merasa cemas, tertekan, atau kewalahan, otak cenderung mencari jalan keluar yang paling cepat memberi rasa nyaman. Menunda pekerjaan menjadi salah satu bentuk pelarian kecil yang terasa aman sesaat. Bukan karena tugasnya tidak penting, tetapi karena emosi yang menyertainya terasa lebih berat daripada tugas itu sendiri.

Menariknya, penundaan sering muncul bukan saat kita tidak peduli, tetapi justru saat kita terlalu peduli. Semakin besar ekspektasi terhadap hasil, semakin besar juga tekanan yang kita rasakan. Di titik ini, memulai menjadi bagian tersulit. Bukan karena tidak tahu harus mulai dari mana, tetapi karena takut hasilnya tidak sesuai harapan. Maka otak memilih jalan tengah: menghindar dulu, menunda sedikit, berharap nanti perasaan lebih siap. Sayangnya, “nanti” itu sering tidak pernah terasa lebih siap.

Kebiasaan ini membentuk siklus yang halus tapi kuat. Semakin sering kita menunda, semakin besar rasa bersalah yang muncul. Lalu rasa bersalah itu menambah beban emosi, yang akhirnya membuat kita semakin sulit memulai lagi. Bukan hanya waktu yang terbuang, tetapi juga energi mental yang perlahan terkuras. Di luar tampak seperti masalah manajemen waktu, tetapi di dalamnya sebenarnya sedang terjadi tarik-menarik antara emosi dan tindakan.

Tags:
Gen Z life Stop Menunda Produktifitas

Komentar Pengguna