Keboncinta.com-- Ada hal aneh dalam hidup: yang paling kita ingat sering kali bukan yang berlangsung lama, melainkan yang hanya sebentar. Percakapan singkat di perjalanan, pertemuan yang tidak direncanakan, atau momen sederhana yang bahkan tidak kita sadari saat itu justru sering muncul kembali di kepala bertahun-tahun kemudian.
Kita cenderung mengira sesuatu akan berkesan karena durasinya panjang. Semakin lama sesuatu terjadi, semakin besar peluangnya untuk menjadi bagian dari hidup kita, begitu pikir kita. Namun kenyataannya tidak selalu begitu. Banyak hal yang hanya terjadi sekali, bahkan dalam hitungan menit, justru meninggalkan jejak yang lebih kuat dibanding rutinitas yang kita jalani setiap hari.
Salah satu alasannya adalah karena hal yang sementara biasanya hadir tanpa ekspektasi. Kita tidak sempat menyiapkan diri, tidak sempat menilai, tidak sempat membandingkan. Ia datang apa adanya, lalu pergi sebelum sempat kehilangan makna. Justru karena tidak ada pengulangan, otak kita menangkapnya sebagai sesuatu yang spesial. Seperti foto yang hanya diambil sekali tanpa bisa diulang.
Di sisi lain, manusia juga punya kecenderungan untuk mengisi ruang kosong dengan makna. Ketika sebuah momen tidak berlanjut, kita mulai bertanya-tanya: “apa yang akan terjadi kalau itu terus berlanjut?” Dari pertanyaan itu, imajinasi mulai bekerja. Kita menyusun versi-versi alternatif di kepala, dan tanpa sadar, momen kecil itu tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dari aslinya.
Hal menarik lainnya adalah bahwa momen sementara sering terjadi di waktu yang kita tidak sepenuhnya siap. Kita tidak dalam mode “mengabadikan”, kita sedang hidup saja. Karena itu, kejujurannya lebih terasa. Tidak dibuat-buat, tidak direncanakan, tidak diedit. Mungkin itulah yang membuatnya begitu kuat: ia menangkap kita dalam keadaan paling manusiawi.