Keboncinta.com-- Pemerintah Indonesia terus lakukan percepatan transformasi pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyediaan perangkat teknologi modern berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat keterlibatan siswa, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi.
Meski demikian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan bahwa pemanfaatan IFP harus tetap selaras dengan tujuan utama pendidikan.
Baca Juga: Jangan Sampai Gugur di Awal! Ini Daftar Berkas Wajib CPNS 2026 yang Sering Jadi Penyebab Gagal Lolos
Sejak diluncurkan, ribuan unit IFP telah disalurkan ke berbagai sekolah dari beragam jenjang. Perangkat ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif karena terintegrasi dengan berbagai sumber belajar digital, mulai dari materi visual, video edukatif, hingga konten pembelajaran terstruktur.
Namun, Mendikdasmen mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh mengaburkan esensi pendidikan. Menurutnya, IFP seharusnya dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung proses pembelajaran, bukan digunakan untuk aktivitas hiburan yang tidak berkaitan dengan materi pelajaran.
“Teknologi pendidikan harus menjadi alat peningkatan mutu pembelajaran, bukan sekadar sarana hiburan,” tegasnya saat meninjau implementasi digitalisasi pembelajaran di sekolah.
Pemanfaatan IFP dianjurkan untuk berbagai aktivitas edukatif, seperti penyajian materi visual interaktif, pemutaran video pembelajaran, simulasi digital, hingga mendukung diskusi dan kerja kelompok siswa.
Baca Juga: AI Bukan Cuma Picu PHK, Cari Kerja di 2026 Kian Berat karena Rekrutmen Mandek
Bahkan fitur multimedia seperti audio dan musik dapat digunakan dalam konteks tertentu, misalnya untuk pembelajaran bahasa asing atau seni musik, selama tetap relevan dengan tujuan pembelajaran.
Distribusi IFP telah menjangkau sebagian besar sekolah sasaran sejak program ini dimulai pada Agustus 2025.
Pemerintah menargetkan puluhan ribu unit akan tersalurkan hingga akhir tahun sebagai bagian dari langkah besar digitalisasi pendidikan nasional.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada teknologi.
Diperlukan sinergi antara perangkat digital, kompetensi guru, serta lingkungan belajar yang kondusif agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
Baca Juga: Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis LPDP 2026 Resmi Dibuka, Fully Funded ke Dalam dan Luar Negeri
Melalui arahan tersebut, sekolah diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan Interactive Flat Panel sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21, tanpa menggeser fokus utama pendidikan dari pencapaian kompetensi murid.***