Berita
Admin

Menag Tegur Kampus: Lulusan Banyak Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Kerja

Menag Tegur Kampus: Lulusan Banyak Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Kerja

23 Desember 2025 | 18:57

Keboncinta.com-- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan peringatan tegas kepada perguruan tinggi agar tidak sekadar memproduksi lulusan dalam jumlah besar tanpa memperhitungkan kebutuhan nyata dunia kerja.

Pesan ini disampaikan saat ia memberikan arahan dalam Rapat Kerja Universitas PTIQ yang digelar di Caringin, Bogor.

Menurut Menag, ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan lapangan kerja berpotensi menimbulkan persoalan serius.

Banyak alumni akhirnya bekerja di sektor informal atau menempati posisi yang tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya.

Kondisi ini, kata dia, menunjukkan perlunya evaluasi serius dalam perencanaan pendidikan tinggi.

Baca Juga: Tak Butuh Lingkungan Sempurna, Ini Rahasia Kekuatan Dandelion Child, Yuk Disimak

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor Syukri Ahmad Fanani, serta jajaran pimpinan Universitas PTIQ.

Menag menilai, perubahan zaman yang berlangsung cepat menuntut kampus untuk lebih adaptif dan responsif.

Perguruan tinggi tidak bisa lagi bertahan dengan pola lama, tetapi harus rutin meninjau relevansi program studi dengan perkembangan sosial, ekonomi, dan kebutuhan sumber daya manusia.

Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah melakukan analisis terhadap rekam jejak alumni sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.

Baca Juga: Terlalu Peduli sampai Lelah? Waspadai Empati Melelahkan yang Diam-diam Menguras Mental, Yuk Cari Tahu!

Tak hanya soal relevansi lulusan, Menag juga menegaskan pentingnya menjaga nilai keilmuan dan etika akademik.

Ia mengingatkan bahwa civitas akademika harus menjadi teladan dalam sikap beradab, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keulamaan.

Pendidikan tinggi, menurutnya, bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan peradaban.

Lebih lanjut, Menag mendorong perguruan tinggi untuk berani keluar dari zona nyaman dan berpikir melampaui kebiasaan lama.

Inovasi dalam kebijakan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia dinilai menjadi kunci agar kampus tetap relevan di tengah perubahan global.

Ia menyadari bahwa langkah-langkah baru sering kali menuai pro dan kontra. Namun, Menag menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan visioner akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masa depan pendidikan dan bangsa.

Baca Juga: Kabar Lega di Ujung 2025: THR TPG 100 Persen dan Gaji ke-13 Guru ASN Dipastikan Cair

Menutup arahannya, Menag menekankan bahwa pembenahan pendidikan tinggi tidak bisa dilakukan secara instan.

Diperlukan perencanaan matang, analisis mendalam, serta kebijakan yang berkelanjutan agar perguruan tinggi mampu melahirkan lulusan unggul, berintegritas, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan Indonesia.***

Tags:
kemenag Menag Dunia Kerja

Komentar Pengguna