Berita
Admin

Menag Bertemu Dubes Jerman, Bahas Masjid Istiqlal Jadi Pusat Perdamaian Dunia

Menag Bertemu Dubes Jerman, Bahas Masjid Istiqlal Jadi Pusat Perdamaian Dunia

02 Januari 2026 | 08:28

Keboncints.com-- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, membahas penguatan peran Masjid Istiqlal sebagai pusat ibadah sekaligus ruang pendidikan, kemanusiaan, dan perdamaian lintas bangsa.

Pertemuan tersebut berlangsung langsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai simbol dialog dan persahabatan antarnegara.

Menag menegaskan bahwa Masjid Istiqlal sejak awal didirikan dengan semangat inklusivitas dan persatuan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa arsitek masjid kebanggaan Indonesia ini adalah Frederich Silaban, seorang arsitek non-muslim, yang mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan dan kebangsaan.

Baca Juga: Menag Tegaskan Pendidikan Islam Harus Berbasis Cinta, Ini Tujuan Besarnya Menuju Indonesia Emas

“Sejak awal, Istiqlal dibangun dengan semangat kebangsaan. Arsiteknya non-muslim, tetapi karya dan visinya menyatu dalam cita-cita besar bangsa,” ujar Menag.

Menag menjelaskan bahwa Masjid Istiqlal kini berkembang melampaui fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

Istiqlal telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat, dengan menyediakan ruang bagi pelaku UMKM, program sosial kemanusiaan, serta layanan pendidikan berjenjang mulai dari RA hingga program doktoral (S3).

Salah satu program unggulan yang disorot adalah Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang dijalankan melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain itu, Masjid Istiqlal juga menjalin kolaborasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pembangunan masjid di kawasan Amerika Latin, yang berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus ruang kemanusiaan.

Baca Juga: Tahun Kuda Api 2026 Disebut Jadi Titik Balik Hidup, 3 Shio Ini Diprediksi Panen Keberuntungan

“Masjid ke depan tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga ruang untuk pendidikan, dialog, dan kemanusiaan,” tegas Menag.

Dalam pertemuan tersebut, Menag juga membuka peluang kerja sama di bidang kebudayaan dan literasi internasional.

Ia menyampaikan bahwa Masjid Istiqlal menyediakan ruang bagi negara-negara sahabat untuk memperkenalkan budaya, buku, serta wawasan tentang negaranya kepada masyarakat Indonesia.

“Jika Jerman berkenan, kami siap menyediakan ruang untuk memperkenalkan Jerman kepada masyarakat Indonesia, sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan dan budaya,” tambahnya.

Duta Besar Jerman Ralf Beste menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut.

Baca Juga: Menag Resmikan Peta Jalan Pendidikan Islam, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Kunci Indonesia Emas

Menurutnya, Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara memiliki peran strategis dalam merawat perdamaian di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia.

“Istiqlal adalah simbol perdamaian yang nyata. Kami melihat bagaimana masjid ini mampu mengelola perbedaan dan membangun harmoni,” ujar Ralf Beste.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Jerman menghormati kebebasan beragama warga Indonesia yang tinggal di negaranya, termasuk dalam menjalankan ibadah Ramadhan dan praktik keagamaan sehari-hari.

Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama Indonesia–Jerman berbasis nilai keagamaan, kebudayaan, pendidikan, dan kemanusiaan, dengan Masjid Istiqlal sebagai simpul penting dialog dan perdamaian dunia.***

 

Tags:
berita nasional kemenag Menag lpdp Kerja sama

Komentar Pengguna