Inovasi Kemenag, Pelatihan KBC Online Tetap Hadirkan Pembelajaran Reflektif

Inovasi Kemenag, Pelatihan KBC Online Tetap Hadirkan Pembelajaran Reflektif

31 Maret 2026 | 18:50

Keboncinta.com-- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus melakukan inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia dengan menghadirkan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam format digital.

Program ini akan diselenggarakan melalui platform MOOC Pintar, yang dirancang untuk tetap memberikan pengalaman belajar yang mendalam meskipun dilakukan secara daring.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Kemenag, Mastuki, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan penguatan spiritualitas aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag.

Selama ini, pelatihan KBC dikenal sebagai program berbasis tatap muka dengan pendekatan reflektif yang kuat.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Simak Rinciannya

Namun, tingginya minat dari berbagai kalangan seperti guru agama, pengawas madrasah, hingga dosen, mendorong pengembangan versi digital tanpa menghilangkan esensi pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

Dalam pendekatan ini, peserta tidak sekadar menerima materi secara teoritis, tetapi diajak untuk merasakan langsung makna dari konsep Panca Cinta.

Berbagai metode interaktif disiapkan, mulai dari simulasi pengalaman seperti tea ceremony, visualisasi ala planetarium, hingga praktik mindful learning dan penulisan reflektif.

Pelatihan ini dirancang untuk membangun nilai cinta dalam berbagai aspek kehidupan, seperti cinta kepada Tuhan dan Rasul, ilmu pengetahuan, lingkungan, diri sendiri dan sesama, serta tanah air.

Semua nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pendaftaran Beasiswa Santri 2026, Tahapan Seleksi hingga Syarat dan Komitmen Peserta

Struktur pembelajaran dalam program ini dibagi menjadi dua bagian utama. Pertama adalah materi dasar yang membahas filosofi cinta dalam perspektif Islam serta urgensi penerapan kurikulum berbasis cinta.

Kedua adalah materi inti yang dikemas dalam konsep ARKA, yaitu Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, dan Aplikasi.

Melalui metode ARKA, peserta akan diajak menjalani proses pembelajaran berbasis eksplorasi.

Mereka akan mengikuti alur cerita yang dikemas dalam bentuk gamifikasi, lengkap dengan tugas mengisi jurnal atau diary sebagai bagian dari refleksi pribadi.

Dari proses tersebut, peserta diharapkan mampu merumuskan dan menerapkan nilai-nilai yang dipelajari ke dalam lingkungan kerja masing-masing.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Akibat Konflik Timur Tengah, BBM Non-Subsidi Berpotensi Melonjak Mulai April 2026

Program ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber, termasuk Nasaruddin Umar yang merupakan penggagas Kurikulum Berbasis Cinta.

Selain itu, terdapat pula para konseptor seperti Haidar BagirIrfan AmaleeIswoyo, serta Azam Bahtiar.

Seluruh sesi pelatihan akan dipandu oleh fasilitator yang telah mengikuti pelatihan khusus Training of Facilitator (ToF), sehingga proses pembelajaran tetap berjalan interaktif dan terarah.

Dengan hadirnya pelatihan KBC berbasis digital ini, Kemenag berharap dapat memperluas jangkauan peserta sekaligus mempertahankan kualitas pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, emosional, dan spiritual.

Baca Juga: Persiapan Haji Indonesia 2026 Hampir Rampung, Pemerintah Fokus pada Layanan Jemaah dan Transparansi Dana

Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang kuat.***

Tags:
pendidikan kemenag MOOCs

Komentar Pengguna