Masih Dongakkan Kepala Saat Mimisan? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari

Masih Dongakkan Kepala Saat Mimisan? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari

27 Februari 2026 | 12:14

Keboncinta.com-- Mimisan selalu berhasil membuat suasana mendadak tegang. Darah yang menetes dari hidung sering dianggap sebagai tanda bahaya, padahal dalam banyak kasus, kondisi ini cukup umum dan bisa ditangani dengan sederhana. Sayangnya, justru karena panik, banyak orang melakukan langkah yang keliru.

Salah satu kesalahan paling sering adalah mendongakkan kepala ke belakang. Banyak orang berpikir cara ini akan menghentikan darah agar tidak keluar. Padahal, yang terjadi sebenarnya darah justru mengalir ke tenggorokan. Selain membuat rasa tidak nyaman, darah yang tertelan bisa memicu mual atau muntah. Dalam kondisi tertentu, terutama pada anak kecil, ini juga berisiko membuat darah masuk ke saluran napas.

Kesalahan lain yang tidak kalah umum adalah langsung berbaring. Posisi tubuh yang rebah membuat tekanan pada pembuluh darah di kepala tetap tinggi, sementara aliran darah sulit dikontrol. Mimisan justru bisa berlangsung lebih lama. Posisi yang lebih tepat sebenarnya adalah duduk tegak dan sedikit menundukkan kepala ke depan agar darah mengalir keluar, bukan masuk ke dalam.

Banyak juga yang terlalu sering melepas tekanan di hidung untuk mengecek apakah darah sudah berhenti. Padahal, proses pembekuan darah membutuhkan waktu. Jika hidung terus dilepas-cubit setiap satu atau dua menit, bekuan yang mulai terbentuk bisa rusak, dan perdarahan kembali terjadi. Akibatnya, mimisan terasa seperti tidak kunjung berhenti.

Ada pula kebiasaan menyumbat hidung dengan tisu atau kapas terlalu dalam. Memang terlihat praktis, tetapi jika dimasukkan terlalu dalam atau terlalu keras, jaringan di dalam hidung bisa semakin teriritasi. Saat kapas ditarik, bekuan darah yang sudah terbentuk bisa ikut terlepas dan perdarahan terulang.

Sebagian orang juga meniup hidung terlalu kuat setelah darah tampak berhenti. Ini kesalahan yang sering diabaikan. Lapisan pembuluh darah di dalam hidung masih sangat rapuh setelah mimisan. Tekanan dari tiupan yang keras bisa memicu pecahnya pembuluh darah yang sama.

Tidak sedikit pula yang menganggap mimisan selalu sepele. Padahal, meskipun sebagian besar kasus memang ringan, ada situasi yang perlu diwaspadai. Mimisan yang berlangsung lebih dari 20–30 menit, terjadi sangat sering, atau muncul setelah benturan keras di kepala sebaiknya tidak diabaikan.

Tags:
Penyebab mimisan pada anak Pertolongan pertama mimisan Kapan mimisan perlu ke dokter Penyebab Mimisan

Komentar Pengguna