Berita
Admin

Lakukan Pertemuan di Kantor Kemenag, Wamenhan dan Menag Bahas Isu Kebangsaan serta Sosialisasi tentang Dewan Pertahanan Nasional

Lakukan Pertemuan di Kantor Kemenag, Wamenhan dan Menag Bahas Isu Kebangsaan serta Sosialisasi tentang Dewan Pertahanan Nasional

21 Agustus 2025 | 11:03

Keboncinta.com-- Isu-isu kebangsaan harus menajdi perhatian semua pihak, terutama menyangkut persatuan nasional. Kementerian Agama (Kemenag) terbuka dengan berbagai pihak untuk berdiskusi mengenai persoalan bangsa ini.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Kegaiatan ini membahas sosialisasi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) serta peran Kementerian Agama dalam isu-isu kebangsaan.

Wamenhan Donny Ermawan menerangkan bahwa DPN dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Pertahanan dan telah ditetapkan sejak akhir 2024.

“Tugas utama DPN adalah membuat kebijakan umum pertahanan negara yang nantinya digunakan oleh seluruh kementerian dan lembaga terkait, serta memberikan solusi kebijakan strategis kepada Presiden,” ungkapnya.

Selanjutnya, Donny menekankan bahwa Ketua DPN adalah Presiden, dengan Ketua Harian Menteri Pertahanan, sementara dirinya sebagai Wakil Menteri Pertahanan merangkap Sekretaris DPN.

Sedangkan untuk anggota tetap DPN antara lain Wakil Presiden, Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Panglima TNI, Mensesneg, Menteri Keuangan, Kepala BIN, serta para Kepala Staf Angkatan.

“Sedangkan Menteri Agama menjadi anggota tidak tetap. Artinya, bila ada isu terkait keagamaan, Menteri Agama akan dilibatkan dalam sidang DPN,” tuturnya.

Kemudian, Wamenhan juga menambahkan, DPN sudah mulai bekerja sejak awal 2025, termasuk menyelenggarakan sidang informal di Bogor dan sejumlah sidang informal bersama Presiden, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kepala BIN, serta pejabat terkait lainnya.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan ke sejumlah ormas keagamaan yang mempunyai peran penting dalam menjaga semangat kebangsaan.

“Kami sudah bertemu dengan PBNU, Muhammadiyah, dan Persis. Selain itu, kami juga bersosialisasi dengan Badan Musyawarah Gereja Nasional (Bamagnas). Intinya banyak membahas pendidikan bela negara, termasuk rencana pelatihan bagi kader ormas keagamaan,” papar Donny.

Menag Nasaruddin Umar dalam tanggapannya menyampaikan pentingnya memperhatikan aspek geospiritual dalam konteks pertahanan negara. Menurutnya, fenomena kekerasan kerap terkait dengan faktor-faktor kultural dan spasial tertentu.

“Perkembangan geospiritual ini juga harus mendapat perhatian. Ada kawasan-kawasan tertentu yang secara historis dan kultural melahirkan potensi konflik. Ini perlu kita petakan secara serius,” jelas Menag.

Menag juga menggarisbawahi munculnya isu-isu sensitif di media sosial yang mengatasnamakan agama.

Menurutnya, fenomena ini kerap dipicu pihak-pihak non-mainstream, baik di internal Islam maupun Kristen, yang kemudian memperbesar isu kecil menjadi konflik yang meresahkan masyarakat di Tanah Air.

Menag menerangkan, pemerintah perlu berkoordinasi dengan Kominfo untuk melakukan take down konten provokatif. Sehingga isu-idu sensitif tersebut tidak membesar menjadi konflik yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara di masyarakat.***

 

Tags:
berita nasional kemenag

Komentar Pengguna