Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Ketika Media Sosial Membentuk Standar Hidup Anak Muda

Ketika Media Sosial Membentuk Standar Hidup Anak Muda

24 Juni 2026 | 21:56

Keboncinta.com-- Pernah nggak merasa hidup sendiri baik-baik saja, tapi begitu buka media sosial tiba-tiba terasa kurang? Orang lain terlihat lebih sukses, lebih bahagia, lebih rapi hidupnya. Dari pagi sampai malam, layar dipenuhi potongan kehidupan yang seolah sempurna, liburan, pencapaian, hubungan, sampai gaya hidup yang terlihat tanpa celah.

Fenomena ini bukan sekadar soal “iri” sesaat. Media sosial perlahan menjadi ruang yang membentuk standar baru tentang bagaimana hidup “seharusnya” terlihat. Hegemoni di sini bekerja bukan dengan paksaan, tapi dengan pengulangan. Apa yang sering muncul di beranda kita, lama-lama dianggap normal. Yang tidak terlihat, pelan-pelan terasa seperti tidak penting. Tanpa disadari, kita mulai mengukur hidup dengan ukuran yang bukan kita tentukan sendiri.

Hal ini terjadi karena media sosial tidak hanya menampilkan realitas, tapi juga menyaringnya. Orang cenderung membagikan momen terbaik, bukan keseluruhan cerita. Tapi otak kita sering lupa itu. Yang tertangkap justru hasil akhirnya: senyum, pencapaian, dan highlight hidup orang lain. Dari situ muncul perbandingan yang tidak seimbang antara proses hidup kita yang penuh naik turun, dengan versi orang lain yang sudah dipoles.

Standar ini tidak hanya memengaruhi cara kita memandang orang lain, tapi juga cara kita menilai diri sendiri. Banyak anak muda mulai merasa harus “terlihat berhasil” di usia tertentu, harus produktif setiap saat, harus punya hidup yang bisa dipamerkan. Padahal, hidup nyata tidak selalu bergerak dalam garis lurus seperti yang terlihat di layar.

Dampaknya bisa halus tapi dalam. Rasa cukup jadi lebih sulit muncul. Pencapaian kecil terasa kurang berarti. Bahkan momen istirahat pun bisa terasa bersalah karena tidak “produktif”. Di titik ini, media sosial bukan hanya ruang berbagi, tapi juga cermin yang kadang tidak jujur dan kita tanpa sadar percaya pada pantulan itu.

Namun, menariknya, kesadaran mulai tumbuh di banyak orang. Semakin banyak yang mulai mempertanyakan apa yang mereka lihat, dan berusaha membedakan antara hidup yang ditampilkan dan hidup yang benar-benar dijalani. Ini bukan tentang meninggalkan media sosial sepenuhnya, tapi tentang mengambil kembali kendali atas cara kita menilai hidup.

Tags:
Gen Z Lifestyle Bijak Bermedia Sosial Viral Medsos

Komentar Pengguna