Beasiswa
Rahman Abdullah

Kesempatan Langka! Beasiswa LPDP 2026 Gandeng Glasgow untuk Riset Kanker Skala Global

Kesempatan Langka! Beasiswa LPDP 2026 Gandeng Glasgow untuk Riset Kanker Skala Global

27 April 2026 | 16:58

Keboncinta.com-- Peluang melanjutkan studi doktoral di luar negeri kembali terbuka lebar bagi putra-putri Indonesia. Melalui kerja sama antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dan University of Glasgow, program beasiswa S3 tahun 2026 resmi diluncurkan dengan skema pendanaan penuh.

Program ini secara khusus menargetkan bidang Cancer Sciences, bekerja sama dengan Cancer Research UK Scotland Institute.

Fokus tersebut menjadi respons terhadap kebutuhan mendesak akan tenaga peneliti dan ahli kanker di Indonesia yang masih terbatas jumlahnya.

Baca Juga: UMKM Perempuan Mendominasi Ekonomi Kreatif, Pengelolaan Keuangan Jadi Penentu Keberlanjutan Usaha

Beasiswa ini menggunakan skema single degree dengan masa studi maksimal hingga 48 bulan. Selama periode tersebut, penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi akademik maupun pembiayaan.

Proses pendaftaran dilakukan secara paralel, yaitu melalui sistem beasiswa LPDP dan platform resmi institusi tujuan. Untuk tahun 2026, pendaftaran dibuka mulai 20 April hingga 18 Mei.

Salah satu syarat penting adalah bukti telah mendaftar ke universitas yang dituju sebagai bagian dari kelengkapan administrasi.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi pelamar meliputi status sebagai Warga Negara Indonesia, telah menyelesaikan pendidikan magister (S2) dengan IPK minimal 3,25, serta belum pernah menempuh pendidikan doktoral. Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi syarat utama, dengan skor IELTS minimal 6,5.

Baca Juga: 266 Juta Orang di Dunia Terancam Kelaparan Akut, Krisis Pangan Global Kian Mengkhawatirkan

Selain itu, pelamar diwajibkan menyusun proposal riset yang relevan dengan bidang kanker, melampirkan surat rekomendasi, serta menunjukkan komitmen untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia setelah menyelesaikan studi. Batas usia maksimal pendaftar ditetapkan hingga 47 tahun pada akhir 2026.

Program ini terbuka luas, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi aparatur negara seperti CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Khusus bagi pendaftar dari instansi pemerintah, diperlukan dokumen tambahan berupa surat usulan resmi dari lembaga terkait.

Dari sisi pembiayaan, beasiswa ini mencakup berbagai kebutuhan utama, mulai dari biaya pendidikan, tunjangan hidup bulanan, biaya riset, hingga dukungan untuk publikasi ilmiah dan partisipasi dalam seminar internasional.

Baca Juga: Kurban Online Kian Populer, Ini Penjelasan Ulama soal Keabsahannya di Idul Adha 2026

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi peneliti unggul yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan.

Selain itu, inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing global Indonesia melalui penguatan kualitas sumber daya manusia di tingkat pendidikan tinggi.***

Tags:
beasiswa lpdp

Komentar Pengguna