Keikhlasan dalam beramal merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan seorang muslim. Tanpa keikhlasan, amal ibadah yang dilakukan bisa kehilangan nilainya di sisi Allah ๏ทป. Oleh karena itu, setiap muslim dituntut untuk senantiasa menjaga niat dan memurnikan tujuan hanya karena Allah semata.
Allah ๏ทป telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tujuan utama ibadah adalah keikhlasan. Dalam firman-Nya disebutkan:
ููู ูุง ุฃูู ูุฑููุง ุฅููููุง ููููุนูุจูุฏููุง ุงูููููู ู ูุฎูููุตูููู ูููู ุงูุฏููููู
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Ayat ini menunjukkan bahwa inti dari seluruh amal ibadah adalah memurnikan niat hanya untuk Allah, tanpa dicampuri keinginan lain seperti pujian atau pengakuan dari manusia. Para ulama pun menjelaskan bahwa amal yang ikhlas adalah amal yang bersih dari kesyirikan dan riya. Ibnu Katsir ุฑุญู ู ุงููู menegaskan bahwa amal harus murni karena Allah dan tidak tercampur dengan keinginan duniawi.
Dalam Islam, niat memiliki kedudukan yang sangat penting. Bahkan Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Hal ini menunjukkan bahwa nilai suatu perbuatan tidak hanya dilihat dari bentuk lahiriahnya, tetapi juga dari apa yang ada di dalam hati. Imam An-Nawawi ุฑุญู ู ุงููู menjelaskan bahwa hadis ini merupakan dasar besar dalam agama, karena baik atau buruknya suatu amal sangat ditentukan oleh niat.
Namun, dalam perjalanan beramal, ada satu penyakit hati yang sangat berbahaya dan sering tidak disadari, yaitu riya. Riya adalah melakukan amal bukan karena Allah, melainkan karena ingin dilihat atau dipuji oleh manusia. Rasulullah ๏ทบ bahkan menyebut riya sebagai syirik kecil yang paling beliau khawatirkan menimpa umatnya. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya bahaya riya dalam merusak amal.
Orang yang ikhlas tidak akan terpengaruh oleh penilaian manusia. Ia tetap beramal baik ketika dilihat orang lain maupun ketika sendirian. Ia tidak mencari pujian dan tidak pula merasa bangga dengan amalnya. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana amal tersebut diterima oleh Allah ๏ทป. Imam Al-Ghazali ุฑุญู ู ุงููู menjelaskan bahwa ikhlas adalah menjadikan seluruh amal hanya untuk Allah, tanpa ada sedikit pun bagian untuk selain-Nya.
Karena itu, menjaga keikhlasan bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan usaha yang terus-menerus untuk meluruskan niat. Seorang muslim perlu selalu mengingat bahwa hanya Allah yang mengetahui isi hati, serta berusaha menghindari keinginan untuk dipuji. Salah satu cara terbaik untuk menjaga keikhlasan adalah dengan memperbanyak amal yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh Allah semata.
Allah ๏ทป juga menjelaskan bahwa amal yang diterima adalah amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat.