Berita
Hilmi An Naufal

Kemendikdasmen Buka Seleksi Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri, Pendaftaran hingga 2 Oktober 2026

Kemendikdasmen Buka Seleksi Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri, Pendaftaran hingga 2 Oktober 2026

15 September 2026 | 07:05

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka kesempatan bagi tenaga pendidik Indonesia yang ingin mengembangkan karier sekaligus memperoleh pengalaman mengajar di luar negeri.

Pendaftaran Seleksi Guru dan Pendidik Tetap Community Learning Center (CLC) Sekolah Indonesia Luar Negeri tahun 2026 mulai dibuka pada 14 September 2026. Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran akan berlangsung hingga 2 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.

Program ini menjadi peluang menarik khususnya bagi guru non-ASN yang memenuhi persyaratan. Salah satu ketentuan umum yang ditetapkan adalah pelamar merupakan Warga Negara Indonesia dan berstatus non-ASN.

Selain itu, usia pelamar maksimal 45 tahun pada saat mendaftar. Calon peserta juga harus sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, berkelakuan baik, serta memenuhi sejumlah ketentuan administrasi lainnya.

Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftar pada satu formasi sesuai kebutuhan yang tersedia. Karena itu, calon pelamar perlu mempertimbangkan dengan baik formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun kompetensi yang dimiliki.

Setelah masa pendaftaran berakhir, proses seleksi akan dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi administrasi yang dijadwalkan pada 9 Oktober 2026.

Peserta yang lolos kemudian mengikuti pembekalan psikotes pada 12 Oktober. Pelaksanaan psikotes sendiri dijadwalkan dalam dua kelompok, yakni Batch 1 pada 14–15 Oktober dan Batch 2 pada 19–22 Oktober 2026.

Hasil seleksi psikotes direncanakan diumumkan pada 27 Oktober 2026 sebelum peserta melanjutkan tahapan berikutnya.

Kesempatan mengajar di Sekolah Indonesia Luar Negeri maupun Community Learning Center memiliki peran strategis. Guru tidak hanya menjalankan tugas pendidikan, tetapi juga membantu memastikan anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri tetap memperoleh layanan pendidikan.

Bagi guru non-ASN yang tertarik mengikuti seleksi tersebut, sebaiknya mulai mempersiapkan dokumen dan memeriksa seluruh persyaratan sejak awal agar tidak mengalami kendala menjelang penutupan pendaftaran.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna