TANAH BUMBU — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil tangki dan pikap pembawa rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata terjadi di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 12.00 WITA. Laporan awal menyebut enam orang meninggal dunia, tetapi kepolisian kemudian memperbarui jumlah korban jiwa menjadi tujuh orang. Satu mahasiswa lainnya berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Mantewe AKP Kusnin menjelaskan terdapat delapan orang yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Tujuh korban meninggal terdiri atas lima mahasiswa peserta KKN, seorang pengemudi pikap yang juga merupakan anggota karang taruna, serta pengemudi mobil tangki. Adapun korban selamat merupakan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat.
Lima mahasiswa yang meninggal berasal dari dua perguruan tinggi. Dua orang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, sedangkan tiga lainnya berasal dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan. Identitas mereka diberitakan menggunakan inisial untuk menjaga privasi keluarga.
Berdasarkan keterangan sementara kepolisian, mobil tangki melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin.
Saat melewati kawasan Desa Gunung Raya, kendaraan tersebut dilaporkan kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah depan datang mobil pikap yang membawa enam mahasiswa KKN bersama seorang pengemudi. Tabrakan kemudian tidak dapat dihindari.
Keterangan mengenai penyebab tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan awal. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan kondisi kendaraan, kecepatan, situasi jalan, dan faktor lain yang mungkin memengaruhi kecelakaan.
Benturan menyebabkan bagian depan pikap mengalami kerusakan berat. Tiga orang yang berada di bagian depan kendaraan dilaporkan sempat terhimpit, sedangkan penumpang yang berada di bagian belakang mengalami luka serius.
Petugas, warga, dan pihak terkait kemudian melakukan proses evakuasi. Para korban dibawa ke Puskesmas Mantewe, sementara satu mahasiswa yang selamat dirujuk ke Rumah Sakit Marina di Kabupaten Tanah Bumbu.
Para mahasiswa diketahui sedang menjalankan kegiatan KKN di wilayah Kecamatan Mantewe.
Ketika kecelakaan terjadi, mereka dilaporkan sedang menuju kawasan Sungai Alut di Desa Gunung Raya untuk melakukan perjalanan rekreasi di sela kegiatan KKN. Mobil pikap yang digunakan disebut sebagai kendaraan milik Desa Batulicin Irigasi.
Rombongan tersebut tidak hanya menggunakan satu kendaraan. Sejumlah mahasiswa lain berada di mobil terpisah dan sempat berhenti dalam perjalanan sehingga tidak menyaksikan langsung saat benturan terjadi. Mereka baru mengetahui kecelakaan setelah tiba di lokasi dan mengenali kendaraan serta barang milik rekan-rekannya.
Artikel awal mengenai kejadian tersebut menyebut enam orang meninggal dunia. Informasi itu diperbarui setelah polisi menyelesaikan pendataan korban di lapangan.
Kapolsek Mantewe kemudian mengonfirmasi bahwa korban meninggal berjumlah tujuh orang dari total delapan orang yang terlibat. Pembaruan data seperti ini dapat terjadi pada situasi darurat karena proses evakuasi, pemeriksaan medis, dan pencocokan identitas membutuhkan waktu.
Karena itu, angka tujuh korban meninggal merupakan data terbaru yang telah dikonfirmasi kepolisian dalam pemberitaan lanjutan.
Satu-satunya korban selamat merupakan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat berinisial MFH.
Korban mengalami luka dan dirujuk ke Rumah Sakit Marina Tanah Bumbu untuk memperoleh perawatan lebih lanjut. Pihak keluarga dan universitas juga disebut telah memberikan pendampingan kepada para korban.
Belum terdapat keterangan lebih lanjut dalam sumber yang dirujuk mengenai perkembangan terbaru kondisi korban selamat.
Setelah proses evakuasi, keluarga korban serta perwakilan perguruan tinggi mendatangi fasilitas kesehatan untuk membantu penanganan dan pemulangan jenazah.
Pendampingan diperlukan tidak hanya untuk mengurus administrasi, tetapi juga memberikan dukungan kepada keluarga serta mahasiswa lain yang berada dalam rombongan.
Kecelakaan yang melibatkan peserta KKN dapat menimbulkan dampak mendalam bagi keluarga, teman satu kelompok, dosen pendamping, dan masyarakat lokasi pengabdian.
Informasi mengenai identitas, foto, maupun kondisi korban sebaiknya disampaikan secara hati-hati agar tidak menambah beban keluarga yang sedang berduka.
Tragedi ini menjadi pengingat mengenai pentingnya perencanaan transportasi dalam kegiatan mahasiswa di luar kampus.
Perguruan tinggi dan penyelenggara kegiatan perlu memastikan kendaraan yang digunakan layak jalan, sesuai untuk mengangkut penumpang, memiliki pengemudi yang memenuhi ketentuan, dan tidak membawa orang melebihi kapasitas.
Rute perjalanan juga perlu dipetakan, khususnya apabila melewati kawasan pegunungan, tikungan tajam, jalan sempit, atau wilayah dengan akses pertolongan terbatas.
Mahasiswa sebaiknya melaporkan rencana perjalanan kepada dosen pendamping dan perangkat desa. Tujuan, jumlah peserta, kendaraan, pengemudi, serta perkiraan waktu kembali perlu diketahui oleh penanggung jawab kegiatan.
Mobil bak terbuka pada dasarnya dirancang untuk membawa barang, bukan sebagai kendaraan utama untuk mengangkut penumpang.
Penumpang yang berada di bak kendaraan tidak memperoleh perlindungan seperti sabuk keselamatan, kursi, dan struktur kabin. Ketika terjadi tabrakan, pengereman mendadak, atau kendaraan terguling, risiko cedera menjadi lebih besar.
Karena itu, penyelenggara kegiatan lapangan perlu menyediakan kendaraan penumpang yang sesuai, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan rute yang memiliki risiko kecelakaan tinggi.
Keterangan awal polisi menyebut mobil tangki kehilangan kendali sebelum masuk ke jalur berlawanan dan menabrak pikap.
Namun, penyebab lengkap kecelakaan tetap harus ditentukan melalui penyelidikan. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi rem dan ban, posisi kendaraan, muatan tangki, jejak di permukaan jalan, kondisi pengemudi, serta keterangan para saksi.
Hasil pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.
Kecelakaan tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan lingkungan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
Para mahasiswa berangkat untuk menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi perjalanan mereka berakhir dalam tragedi.
Masyarakat diharapkan menghormati masa berkabung keluarga dengan tidak menyebarkan foto kecelakaan yang bersifat grafis, informasi pribadi, maupun kabar yang belum terverifikasi.
Rujukan utama mengenai jumlah korban dan perkembangan penyelidikan sebaiknya berasal dari kepolisian, pihak universitas, fasilitas kesehatan, dan instansi pemerintah terkait.
Sumber informasi: detikKalimantan dan keterangan Kapolsek Mantewe.