Berita
Admin

Kabar Baik! Kemenag Usulkan BSU Rp270 Miliar dan Perkuat PPG dalam Peringatan HGN 2025

Kabar Baik! Kemenag Usulkan BSU Rp270 Miliar dan Perkuat PPG dalam Peringatan HGN 2025

07 Desember 2025 | 17:47

Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) menggelar puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 pada Sabtu (6/12/2025) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kegiatan ini mengusung tema, “Doa Guru dan Donasi untuk Negeri—Merawat Semesta dengan Cinta”, yang menegaskan peran guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi penjaga moral dan peradaban bangsa.

Acara tersebut dihadiri pejabat Eselon I dan II, serta ratusan guru binaan Kemenag dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kesejahteraan guru tetap menjadi fokus utama pemerintah, khususnya bagi tenaga pendidik yang belum mendapatkan pengakuan profesi melalui sertifikasi.

Salah satu langkah konkret yang disampaikan Menag adalah usulan anggaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp270 miliar kepada Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Laba Perusahaan Anak Naik 27,6%, BRI Kokohkan Fondasi Bisnis Berkelanjutan

Bantuan ini ditujukan bagi guru non-ASN dan non-sertifikasi yang selama ini seringkali berada dalam posisi rentan secara kesejahteraan.

"Ada rencana penyaluran BSU bagi guru non-ASN dan non sertifikasi," tegas Menag. Ia menilai, dukungan finansial bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi salah satu syarat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Selain BSU, Kemenag juga sedang menyiapkan bantuan bagi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yang selama ini berperan dalam peningkatan kompetensi guru di tingkat satuan pendidikan.

Pada momen yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Suyitno, melaporkan sejumlah realisasi anggaran yang telah dilakukan sepanjang 2025.

Kemenag tercatat telah menyalurkan tambahan tunjangan sertifikasi sebesar Rp500 ribu kepada 31.905 guru non-ASN.

Baca Juga: Sejarah Evolusi Senjata Api: Bermula dari Pencarian Ramuan Keabadian Dinasti Tang hingga Menjelma jadi Teknologi Militer Modern

Upaya ini dinilai sebagai bentuk komitmen untuk menutup kesenjangan kesejahteraan antara guru ASN dan non-ASN.

Selain itu, terjadi lonjakan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) lebih dari 600 persen, dengan target mendekati 100.000 peserta dalam satu angkatan.

Kebijakan ini diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan guru bersertifikasi profesional, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan agama di Indonesia.

Kemenag juga telah menyalurkan bantuan sebesar Rp10 miliar untuk KKG dan MGMP, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas guru di tingkat akar rumput.

Suyitno menegaskan, jika usulan BSU Rp270 miliar mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, maka dukungan tersebut akan menjadi bentuk keberpihakan nyata terhadap guru di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Baca Juga: Pensiunan Wajib Tahu: Informasi Publik Taspen yang Harus Bisa Diakses Secara Terbuka

Kenaikan tunjangan, perluasan PPG, hingga rencana BSU menjadi pesan penting bahwa pemerintah melihat guru sebagai motor utama kemajuan bangsa.

Menag menekankan, peningkatan kesejahteraan guru tidak hanya soal gaji, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

Puncak perinagatan HGN 2025 menampilkan semangat kolaborasi, penghargaan, dan komitmen. Di tengah tantangan pendidikan modern, Kemenag berharap seluruh program ini mampu menciptakan ekosistem guru yang lebih sejahtera dan  profesional.***

Tags:
berita nasional PPG kemenag Tunjangan Profesi Guru Madrasah

Komentar Pengguna