Keboncinta.com-- Kabar mengenai anak usia 5 tahun 6 bulan yang diperbolehkan mengikuti pendaftaran sekolah dasar (SD) pada tahun ajaran 2026/2027 sempat menjadi perhatian banyak orang tua. Sebagian merasa mendapat peluang lebih cepat menyekolahkan anak, sementara yang lain masih kebingungan memahami syarat yang harus dipenuhi.
Perlu diketahui, kesempatan masuk SD bagi anak di bawah usia 6 tahun memang tersedia, tetapi tidak berlaku secara umum untuk semua anak. Pemerintah menetapkan aturan khusus agar kebijakan tersebut tetap mengutamakan kesiapan tumbuh kembang anak.
Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, anak berusia paling rendah 5 tahun 6 bulan dapat mendaftar kelas 1 SD. Namun, kesempatan ini hanya diberikan dalam kondisi tertentu dan tidak otomatis berlaku bagi seluruh calon peserta didik.
Baca Juga: SPMB Sekolah Maung 2026 Dibuka 25 Mei! Ini Daftar SMA/SMK Unggulan, Syarat, dan Cara Daftarnya
Tak Cukup Umur, Anak Harus Memiliki Kesiapan Khusus
Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa semakin cepat anak masuk sekolah, maka semakin baik pula perkembangan akademiknya. Padahal, pemerintah justru menekankan pentingnya kesiapan mental dan perkembangan psikologis sebelum anak memasuki pendidikan dasar.
Anak berusia 5 tahun 6 bulan hanya dapat diterima apabila menunjukkan kemampuan tertentu, seperti kecerdasan istimewa, bakat khusus, serta kesiapan emosional dan psikologis yang dinilai memadai untuk mengikuti proses pembelajaran formal.
Penilaian tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Orang tua wajib menyertakan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional sebagai bukti bahwa anak dinilai siap mengikuti pendidikan dasar lebih awal.
Apabila di suatu wilayah belum tersedia layanan psikolog, maka rekomendasi dapat diberikan oleh dewan guru dari sekolah tujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Fleksibilitas Usia Bukan untuk Kompetisi
Kebijakan fleksibilitas usia ini dihadirkan pemerintah bukan untuk menciptakan persaingan antarorang tua agar anak lebih cepat masuk sekolah. Sebaliknya, aturan tersebut bertujuan memberi kesempatan yang lebih adil bagi anak-anak dengan perkembangan tertentu yang memang siap belajar lebih awal.
Tidak semua anak berkembang dengan ritme yang sama. Ada yang sudah mandiri dan siap secara akademik pada usia lebih muda, namun ada juga yang memerlukan waktu lebih panjang untuk membangun rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta kematangan emosi.
Karena itu, para orang tua diimbau tidak menjadikan usia masuk SD sebagai ajang perlombaan. Hal terpenting adalah memastikan anak merasa nyaman, percaya diri, dan siap menjalani aktivitas belajar di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, kesiapan anak secara menyeluruh tetap menjadi faktor utama agar pengalaman pendidikan dasar dapat berjalan optimal dan menyenangkan.***