Keboncinta.com-- Musim haji 2026 segera digelar, meningkatnya aktivitas calon jemaah justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Berbagai modus baru bermunculan, dengan sasaran utama data pribadi hingga akses ke rekening korban.
Di Kabupaten Sukabumi, tercatat sekitar 20 calon jemaah hampir menjadi korban penipuan serupa. Fenomena ini menunjukkan bahwa kejahatan digital menjelang haji semakin mengkhawatirkan dan perlu diwaspadai secara serius.
Kepala Kantor Haji dan Umrah setempat, Abdul Manan, menjelaskan bahwa pelaku umumnya menghubungi korban melalui telepon.
Mereka mengaku sebagai petugas resmi yang menawarkan bantuan pembaruan data atau perbaikan sistem administrasi.
Dalam aksinya, pelaku meminta informasi sensitif seperti nomor KTP hingga dokumen pribadi lainnya. Modus ini biasanya menyasar jemaah yang berada jauh dari kantor layanan atau tidak dapat melakukan verifikasi secara langsung.
Tidak hanya melalui panggilan telepon, pelaku juga memanfaatkan teknologi dengan mengirimkan aplikasi berbahaya.
Aplikasi tersebut, jika diunduh, memungkinkan akses penuh ke perangkat korban, termasuk data penting seperti informasi perbankan.
Kasus kerugian pun sudah terjadi. Seorang jemaah asal Cianjur dilaporkan kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah akibat terjebak dalam modus tersebut.
Baca Juga: Jelang Haji 2026, Arab Saudi Larang Kompor Gas di Hotel Madinah Demi Keamanan Jemaah
Pihak Kantor Haji dan Umrah mengimbau seluruh calon jemaah agar lebih berhati-hati. Jangan mudah percaya pada pihak yang menghubungi secara sepihak, apalagi jika meminta data pribadi.
Jika menerima panggilan mencurigakan, jemaah disarankan segera menghentikan komunikasi dan melakukan konfirmasi langsung ke kantor resmi.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk hanya menggunakan jalur komunikasi yang terpercaya.
Agar terhindar dari penipuan, berikut langkah pencegahan yang perlu diperhatikan:
Maraknya kasus ini menjadi peringatan penting bahwa keamanan data pribadi harus menjadi prioritas.
Dengan kewaspadaan yang tinggi, calon jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman dan tenang tanpa gangguan kejahatan digital.***