Teknologi
Hilmi An Naufal

Google Photos Makin Canggih, Gemini Spark Kini Bisa Edit hingga Rapikan Ribuan Foto dengan Satu Perintah

Google Photos Makin Canggih, Gemini Spark Kini Bisa Edit hingga Rapikan Ribuan Foto dengan Satu Perintah

07 September 2026 | 15:04

KEBONCINTA.COM – Senin, 7 September 2026 – Google semakin memperluas penggunaan kecerdasan buatan di dalam layanan yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Kali ini perusahaan membawa kemampuan Gemini Spark ke Google Photos.

Integrasi baru tersebut memungkinkan pengguna meminta AI melakukan berbagai pekerjaan pada koleksi foto hanya melalui perintah bahasa alami.

Google menjelaskan Gemini Spark dapat menangani pekerjaan yang terdiri dari beberapa tahapan sekaligus.

Pengguna misalnya dapat meminta AI mencari foto tertentu berdasarkan lokasi, tanggal, orang atau sebuah acara.

Setelah foto ditemukan, Gemini Spark dapat membantu memilih gambar terbaik serta menyaring foto yang dianggap duplikat.

Kemampuannya tidak berhenti pada pencarian.

Pengguna juga dapat meminta Spark memperbaiki kualitas gambar, melakukan penyuntingan sederhana hingga membuat kolase dan video highlight.

Google mengatakan hasil penyuntingan akan disimpan sebagai salinan baru sehingga foto asli tetap tersimpan.

Fitur tersebut cukup menarik bagi pengguna Google Photos yang mempunyai puluhan ribu bahkan ratusan ribu foto dan video.

Mengatur koleksi sebesar itu secara manual tentu dapat memakan waktu lama.

Dengan sistem berbasis AI, pengguna cukup menjelaskan hasil yang mereka inginkan.

Misalnya seseorang dapat meminta Gemini Spark mencari seluruh foto liburan keluarga pada tahun tertentu, memilih gambar terbaik, kemudian memasukkannya ke sebuah album.

Pengguna juga dapat meminta album tersebut dibagikan kepada anggota keluarga melalui aplikasi Google yang terhubung.

Kemampuan lintas aplikasi menjadi salah satu bagian yang membuat Gemini Spark berbeda dibandingkan fitur pencarian foto biasa.

Informasi yang ditemukan dari sebuah gambar dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas pada layanan lain.

Sebagai contoh, apabila pengguna mempunyai foto poster sebuah konser, Gemini Spark dapat membaca informasi tanggal dan lokasi pada gambar tersebut.

Informasi itu kemudian dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat agenda pada kalender.

Kemampuan membaca teks dalam gambar juga dapat digunakan terhadap foto struk, screenshot maupun dokumen.

Teks dapat diekstrak, dirangkum dan digunakan kembali pada aplikasi yang terhubung.

Google bahkan memungkinkan pengguna membuat tugas yang berjalan secara berulang.

Seseorang misalnya dapat meminta Gemini Spark mencari foto terbaik setiap akhir pekan kemudian memasukkannya ke album khusus keluarga.

AI dapat menjalankan proses tersebut tanpa pengguna harus mengulangi perintah yang sama setiap minggu.

Contoh lainnya adalah mengelompokkan foto struk setiap bulan agar koleksi Google Photos tidak berantakan.

Integrasi ini memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi mulai mengubah AI dari sekadar chatbot menjadi agen yang dapat benar-benar menjalankan pekerjaan.

Pada generasi awal chatbot, pengguna biasanya mengajukan pertanyaan lalu mendapatkan jawaban berupa teks.

Konsep AI agent berbeda.

Sistem tidak hanya memberikan penjelasan tetapi juga menjalankan serangkaian tindakan berdasarkan instruksi pengguna.

Meski terlihat menarik, ketersediaannya saat ini masih terbatas.

Google menyebut integrasi Google Photos dengan Gemini Spark diluncurkan secara bertahap kepada pengguna yang memenuhi persyaratan di Amerika Serikat.

Pengguna harus berusia minimal 18 tahun dan memenuhi syarat menggunakan Gemini Spark.

Peluncuran awal juga masih berfokus pada pengguna dalam bahasa Inggris.

Artinya, pengguna Google Photos di Indonesia belum tentu langsung mendapatkan fitur tersebut.

Google belum memberikan jadwal pasti mengenai kapan kemampuan yang sama akan diperluas ke Indonesia maupun negara lainnya.

Selain itu, pengguna tetap perlu memperhatikan izin akses yang diberikan kepada layanan AI.

Foto pribadi dapat berisi berbagai informasi sensitif, mulai dari anggota keluarga, lokasi, dokumen hingga informasi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, memahami pengaturan privasi dan aplikasi yang terhubung tetap menjadi hal penting.

Bagi pengguna yang nantinya mendapatkan fitur tersebut, Google menyediakan mekanisme untuk menghubungkan Google Photos dengan Gemini Spark.

Setelah koneksi diaktifkan, pengguna dapat memberikan perintah kepada Spark untuk mengelola koleksi media.

Perkembangan ini sekaligus menunjukkan persaingan AI semakin bergeser ke penggunaan praktis.

Google mempunyai keuntungan karena sudah memiliki banyak layanan populer seperti Gmail, Photos, Calendar, Drive dan Docs.

Apabila AI dapat menjalankan pekerjaan di antara layanan tersebut, Gemini berpotensi berkembang menjadi asisten digital yang jauh lebih aktif dibandingkan chatbot biasa.

Untuk saat ini pengguna Indonesia masih perlu menunggu.

Namun kemampuan Gemini Spark di Google Photos memberikan gambaran mengenai bagaimana mengelola ribuan foto pada masa depan mungkin tidak lagi membutuhkan banyak sentuhan dan pencarian manual.

Pengguna cukup menjelaskan apa yang diinginkan, sementara AI membantu mencari, memilih, mengedit, mengatur hingga membagikan hasilnya.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna