Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Dari Zaman ke Zaman, Mengapa Manusia Selalu Gelisah Menghadapi Perubahan?

Dari Zaman ke Zaman, Mengapa Manusia Selalu Gelisah Menghadapi Perubahan?

25 Juni 2026 | 16:11

Keboncinta.com-- Bayangkan ketika internet pertama kali mulai digunakan secara luas. Banyak orang menganggapnya rumit, bahkan sebagian khawatir teknologi itu akan membawa lebih banyak masalah daripada manfaat. Jauh sebelum itu, kemunculan televisi, mobil, mesin industri, hingga listrik juga pernah menimbulkan penolakan dan kecemasan. Menariknya, pola yang sama terus berulang hingga sekarang. Ketika kecerdasan buatan berkembang pesat, sebagian orang kembali merasa khawatir terhadap masa depan. Seolah-olah setiap perubahan besar selalu datang bersama rasa takut. Pertanyaannya, mengapa manusia begitu sering merasa gelisah ketika berhadapan dengan sesuatu yang baru?

Salah satu alasannya adalah karena otak manusia secara alami menyukai hal-hal yang dapat diprediksi. Kita cenderung merasa aman ketika mengetahui apa yang akan terjadi besok, minggu depan, atau bahkan beberapa tahun ke depan. Perubahan sering kali mengganggu rasa aman tersebut. Ketika sesuatu berubah, muncul banyak ketidakpastian yang sulit dijawab. Apakah keadaan akan menjadi lebih baik? Apakah kita mampu beradaptasi? Apakah posisi dan kenyamanan yang selama ini dimiliki akan tetap bertahan? Bukan perubahan itu sendiri yang sering menakutkan, melainkan ketidakjelasan yang datang bersamanya.

Menariknya, jika melihat sejarah, sebagian besar perubahan yang awalnya ditakuti justru kemudian menjadi bagian biasa dari kehidupan. Orang yang dulu takut menggunakan internet kini sulit membayangkan hidup tanpanya. Teknologi yang sempat dianggap mengancam akhirnya membantu manusia menyelesaikan banyak pekerjaan dengan lebih mudah. Hal ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap perubahan sering kali muncul karena kita sedang berada di fase transisi. Pada tahap itu, manusia hanya bisa melihat risiko yang ada di depan mata, sementara manfaatnya belum sepenuhnya terlihat. Karena itulah perubahan sering terasa lebih menyeramkan sebelum benar-benar terjadi dibanding setelah dijalani.

Tags:
sejarah dunia Perubahan Diri Perilaku Manusia

Komentar Pengguna