Berita
Azzahra Esa Nabila

Dari Simbol Perdamaian hingga Sapaan Modern: Sejarah Panjang Jabat Tangan yang Jarang Diketahui

Dari Simbol Perdamaian hingga Sapaan Modern: Sejarah Panjang Jabat Tangan yang Jarang Diketahui

23 Juni 2026 | 13:01

Keboncinta.com-- Hampir semua orang pernah berjabat tangan. Saat bertemu orang baru, menyepakati kerja sama, mengucapkan selamat, atau bahkan berdamai setelah berselisih, gerakan sederhana itu sering muncul tanpa banyak dipikirkan. Kita mengulurkan tangan, menggenggam tangan orang lain selama beberapa detik, lalu melanjutkan percakapan. Namun pernahkah terlintas pertanyaan, sejak kapan manusia mulai berjabat tangan? Mengapa bukan sekadar mengangguk atau melambaikan tangan? Ternyata, kebiasaan yang terlihat biasa ini memiliki sejarah yang jauh lebih panjang daripada yang dibayangkan.

Banyak sejarawan meyakini bahwa jabat tangan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Salah satu alasan yang paling sering disebut adalah soal kepercayaan. Pada masa ketika konflik dan peperangan masih sering terjadi, mengulurkan tangan kosong menjadi cara sederhana untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak membawa senjata dan tidak berniat menyerang. Dengan memperlihatkan telapak tangan, seseorang seolah berkata, “Aku datang dengan damai.” Bahkan dalam beberapa kebudayaan kuno, jabat tangan dilakukan sambil menggoyangkan tangan lawan bicara untuk memastikan tidak ada senjata yang tersembunyi di lengan mereka. Dari kebutuhan akan rasa aman inilah lahir sebuah simbol kepercayaan yang kemudian bertahan selama berabad-abad.

Seiring waktu, fungsi jabat tangan berkembang jauh melampaui urusan keamanan. Dalam dunia perdagangan, jabat tangan menjadi tanda kesepakatan. Dalam hubungan sosial, ia berubah menjadi simbol penghormatan dan kesetaraan. Berbeda dengan membungkuk yang menunjukkan perbedaan status, jabat tangan mempertemukan dua orang dalam posisi yang relatif sejajar. Menariknya, meskipun dunia telah berubah drastis, makna dasar itu masih terasa hingga sekarang. Saat seseorang menjabat tangan kita dengan hangat, yang kita rasakan bukan sekadar sentuhan fisik, melainkan pesan sosial bahwa kita diterima, dihargai, dan dipercaya. Tidak heran jika banyak penelitian menunjukkan bahwa kesan pertama seseorang sering kali dipengaruhi oleh cara ia berjabat tangan.

Pandemi beberapa tahun lalu sempat membuat tradisi ini berkurang. Banyak orang beralih ke salam tanpa sentuhan demi alasan kesehatan. Namun ketika keadaan kembali membaik, jabat tangan perlahan kembali hadir dalam berbagai pertemuan.

Tags:
sejarah dunia Gen Milenial Wajib Tau! Perdamaian

Komentar Pengguna