Berita
Admin

Dari Jakarta hingga Mimika, Inilah Daftar para Penerima Harmony Award 2025

Dari Jakarta hingga Mimika, Inilah Daftar para Penerima Harmony Award 2025

29 November 2025 | 12:07

Keboncinta.com-- Menjaga kerukunan umat merupakan sesuatu hal yang mutlak diperklukan untuk menjaga harmoni dalam kehidupan. Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama kembali menggelar Harmony Award 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berperan aktif menjaga kerukunan, solidaritas sosial, dan ruang publik yang inklusif. Acara ini digelar di Jakarta pada Jumat, 28 November 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penghargaan kepada para pihak yang berkomitmen mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat.

Menurutnya, apresiasi bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga dorongan agar nilai-nilai toleransi terus dikokohkan.

“Kementerian Agama harus memberikan penghargaan manakala tercipta sebuah keharmonisan. Kementerian Agama juga harus mampu memberikan apresiasi terhadap para pewujud menghadirkan toleransi itu,” ujar Menag.

Baca Juga: Kemenag Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Sumatera: Donasi Dibuka, Kolaborasi Nasional Digerakkan

Antusiasme terhadap Harmony Award tahun ini meningkat signifikan. Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, memaparkan bahwa peserta yang terlibat lebih banyak dibanding tahun sebelumnya: 31 dari 38 provinsi, 328 dari 514 kabupaten/kota, 35 dari 38 FKUB provinsi, serta 400 dari 512 FKUB kabupaten/kota ikut berpartisipasi dalam penilaian.

Beikut ini daftar penerima Harmony Award 2025:

Kategori Kinerja Terbaik FKUB tingkat Kota:

  1. FKUB Manado

  2. FKUB Makassar

  3. FKUB Manado

Kategori Kinerja Terbaik FKUB tingkat Kabupaten:

  1. FKUB Klaten

  2. FKUB Nunukan

  3. FKUB Pati

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Respons Cepat Tanggap Darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kategori Kinerja Terbaik FKUB tingkat Provinsi:

  1. FKUB Sulawesi Selatan

  2. FKUB Kalimantan Barat

  3. FKUB DIY Yogyakarta

Kategori Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah tingkat Kota:

  1. Pemda Kota Semarang

  2. Pemda Kota Surakarta

  3. Pemda Kota Manado

Kategori Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah tingkat Kabupaten:

  1. Pemda Kabupaten Ciamis

  2. Pemda Kabupaten Mimika

  3. Pemda Kabupaten Malang

Baca Juga: Kemenag Kukuhkan PPPK Paruh Waktu 2025, Tegaskan Komitmen Layanan Publik dan Profesionalisme ASN

Kategori Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah tingkat Provinsi:

  1. Pemda Provinsi DKI Jakarta

  2. Pemda Provinsi D.I Yogyakarta

  3. Pemda Provinsi Jawa Tengah

Kategori Komitmen Tinggi Pemeliharaan Kerukunan:

  1. Pemerintah Kota Bekasi

  2. Pemerintah Kabupaten Minahasa

  3. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur

Kategori Kanwil Kemenag Penggerak Kerukunan:

  1. Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah

  2. Kanwil Kemenag Provinsi D.I Yogyakarta

Kategori Inspiratif FKUB:

  1. FKUB Kota Jakarta Selatan

  2. FKUB Kabupaten Mimika

  3. FKUB Provinsi Sulawesi Selatan

Baca Juga: BRI Raih Dua Penghargaan Internasional 2025, Tegaskan Kepemimpinan dalam Keberlanjutan dan Pemberdayaan Komunitas

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyampaikan bahwa Harmony Award bukan sekadar penghargaan, tetapi bagian dari strategi kebangsaan dalam memperkuat moderasi beragama.

Menurutnya, kerja sama erat antara pemerintah daerah dan FKUB merupakan pondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika global dan domestik.

“Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengelola kerukunan umat beragama dengan menyusun kebijakan daerah yang inklusif, melalui regulasi dan peraturan yang menjamin kesetaraan semua umat beragama,” ujarnya.

Melalui Harmony Award 2025, Kemenag berharap semangat toleransi terus tumbuh, memperkuat nilai Bhinneka Tunggal Ika, dan memastikan Indonesia tetap menjadi rumah bersama yang damai dan sentosa.***

Tags:
berita nasional kemenag Menag Penyuluh Agama menteri terbaik

Komentar Pengguna