Berita
Admin

Dari Gus Dur hingga Marsinah, Berikut ini 10 Wajah Baru Pahlawan Nasional Indonesia

Dari Gus Dur hingga Marsinah, Berikut ini 10 Wajah Baru Pahlawan Nasional Indonesia

10 November 2025 | 15:01

Keboncinta.com-- Hari ini, Senin tanggal 10 November 2025, di hari yang juga diperingati sebagai Hari Pahlawan, negara mengangkat gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh yang dianggap berjasa besar bagi bangsa.

Dari pemimpin militer hingga pengusung hak buruh, dari ulama hingga pejuang diplomasi—mereka datang dari berbagai ranah, menggambarkan bahwa keberanian dan pengabdian bisa berlangsung dalam banyak bentuk. Berikut kisah mereka secara naratif:

1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Lahir dari tradisi ulama besar di Jawa Timur, Gus Dur kemudian menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh pluralisme, toleransi dan keberagaman yang menghadapi tantangan besar dalam memimpin bangsa yang majemuk.

Dalam pengangkatannya sebagai pahlawan nasional, pengakuan atas jasa-nya dalam memperkuat nilai kebangsaan dan memperjuangkan hak-hak rakyat terasa sangat simbolik.

Melalui perjalanan hidupnya, Gus Dur menunjukkan bahwa kepahlawanan tidak selalu tentang medan perang bersenjata—tetapi juga tentang keberanian memperjuangkan keadilan, kerukunan dan identitas bangsa.

Baca Juga: Kematian Brigadir Jenderal Mallaby, Awal Meledaknya Pertempuran 10 November di Surabaya

2. Soeharto

Tokoh yang selama lebih dari tiga dekade memimpin Indonesia, kini resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional. Pengangkatannya memunculkan kontroversi, karena sejarahnya yang kompleks: pembangunan besar, sekaligus catatan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi. 

Kisahnya mengingatkan kita bahwa pengakuan negara terhadap jasa bisa datang walau warisan historisnya masih dipertanyakan—menjadi titik refleksi bagi generasi kini.

3. Marsinah

Dari Jawa Timur, Marsinah adalah aktivis serikat buruh yang tewas dalam konteks perjuangan upah dan hak pekerja pada tahun 1993. Dengan pengangkatannya sebagai pahlawan nasional, ia menjadi simbol keberanian kaum pekerja yang sering terlupakan.

Cerita Marsinah mengajarkan bahwa pengorbanan yang paling kecil pun dapat berubah menjadi warisan besar ketika negara kemudian mengakuinya.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan Nasional: Kisah Heroik Rakyat Indonesia dalam Pertempuran 10 November di Kota Surabaya

4. Mochtar Kusumaatmadja

Guru besar hukum yang kelak menjadi Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri turut mendapat gelar pahlawan nasional. Ia dikenal sebagai pencetus konsep “wawasan nusantara” dan memperjuangkan pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan di tataran hukum internasional. 

Kisahnya mengilhami bahwa kepahlawanan bisa muncul lewat kecerdasan, diplomasi dan pemikiran strategis—bukan hanya lewat peperangan.

5. Rahmah El Yunusiyah

Dari Sumatera Barat, Rahmah El Yunusiyah adalah tokoh pendidikan perempuan yang mendirikan sekolah khusus putri di era penjajahan, mempersiapkan generasi perempuan yang terdidik dalam kondisi sulit. 

Dengan pengangkatan gelarnya sebagai pahlawan nasional, ia menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan pemberdayaan perempuan adalah bagian penting dari perjuangan bangsa.

Baca Juga: Makna Hari Pahlawan: Saatnya Generasi Muda Menyalakan Semangat Juang di Era Modern

6. Sarwo Edhie Wibowo

Tokoh militer yang namanya disebut dalam daftar pahlawan nasional 2025. Dengan latar belakang sebagai komandan elite dan terlibat dalam peristiwa-sejarah penting pasca kemerdekaan, ia mewakili dimensi tugas militer dalam pembentukan negara.

Kisahnya mengingatkan bahwa medan perjuangan juga berada di garis depan konservasi negara dan keamanan.

7. Sultan Muhammad Salahuddin

Dari Nusa Tenggara Barat, Sultan Muhammad Salahuddin adalah sultan terakhir Kesultanan Bima yang memimpin transisi besar menuju kemerdekaan dan modernisasi. Pengangkatannya sebagai pahlawan nasional menegaskan bahwa tokoh tradisional dan kerajaan lokal juga memiliki peran dalam sejarah nasional.

Kisahnya memperkaya narasi bahwa kemerdekaan dan pembangunan bangsa bersandar bukan hanya pada figur-pusat, tapi juga penyuluh lokal yang bekerja di akar rumput.

Baca Juga: Kemenag Kirim 20 Dai dan Daiyah ke Abu Dhabi untuk Perkuat Dakwah Moderat Global

8. Syaikhona Muhammad Kholil

Tokoh ulama dari Bangkalan, Madura, Syaikhona Kholil juga masuk dalam daftar pahlawan nasional baru. Ia dikenal sebagai pembimbing banyak ulama dan bergerak di bidang pendidikan keagamaan.

Melalui kisahnya, kita diingatkan bahwa tokoh-keagamaan turut memainkan peran kunci dalam perjuangan sosial dan budaya bangsa.

9. Tuan Rondahaim Saragih

Dari Sumatera Utara, Tuan Rondahaim Saragih adalah tokoh yang banyak berjasa dalam pengembangan masyarakat lokal, pendidikan dan juga perjuangan terhadap kolonialisme di daerahnya.

Pengangkatannya sebagai pahlawan nasional menunjukkan bahwa jasa lokal dapat mendapatkan pengakuan nasional. Cerita beliau menegaskan bahwa banyak pahlawan tersembunyi di pelosok yang belum banyak dikenal tapi memiliki dampak besar.

Baca Juga: P3K Paruh Waktu Sudah Bisa Login di MyASN, Ini Panduan Lengkapnya

10. Zainal Abidin Syah

Tokoh dari Maluku Utara, Zainal Abidin Syah merupakan bagian dari daftar pahlawan nasional baru, memperkaya daftar dengan tokoh dari wilayah timur Indonesia.

Pengangkatannya memperlihatkan langkah negara untuk lebih merata mengenali jasa-jasa dari seluruh Nusantara.

Tags:
Sejarah berita nasional Hari pahlawan nasional 10 november

Komentar Pengguna