Semua orang tua tentu ingin melihat anaknya hidup bahagia . Hanya saja ada kebiasaan yang bisa merusak masa depan anak . Yaitu selalu menuruti keinginannya.
Di pesantren, kemandirian, kedisiplinan dan akhlak mulia adalah prioritas utama dalam mendidik anak-anak. Jika anak dirumahnya selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, maka, kemungkinan besar dia akan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan pesantren.
Berikut ini beberapa dampak yang ditimbulkan akibat selalu memenuhi keinginan anak.
1. Sulit taat pada aturan
Banyak aturan yang dimiliki oleh pesantren, dari mulai waktu ibadah, belajar ,hingga adab sehari-hari. Anak yang keinginan nya selalu dituruti akan merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan peraturan pondok . Dia selalu merasa aturan yang ada di pondok dapat membatasi dirinya. Padahal aturan yang ada di pesantren itu untuk mendidik dan melatih kedisiplinan.
2. Terbiasa dengan pola pikir yang matrealistis
Pola pikir matrealistis akan muncul jika setiap kali anak menginginkan sesuatu baik itu berupa barang atau fasilitas selalu di penuhi,.
Di pesantren anak-anak di didik agar menjadi pribadi yang memiliki sifat-sifat yang mulia, seperti sifat zuhud, sederhana dan selalu mensyukuri sekecil apapun nikmat yang di terima.
3. Kurang menghargai orang lain
Seorang santri diharuskan untuk memiliki akhlak yang mulia, baik itu kepada gurunya, teman nya, atau kepada masyarakat umum. Sifat egois anak akan muncul jika dari kecil dia tidak terbiasa mendengar penolakan, bahkan visa meremehkan orang lain juga sulit menghargai orang lain.
4. Sulit untuk membuat keputusan sendiri
Di pesantren santri dituntut untuk mandiri, termasuk mengambil keputusan kecil sehari-hari. Anak yang dirumahnya selalu menggantungkan pilihan kepada orang tuanya akan sulit melakukan hal ini . Itu karena sia selalu mengandalkan orang tuanya.
5. Tidak Mandiri
Pondok pesantren bertujuan untuk membentuk santri agar bisa mandiri .anak yang dari kecil sudah terbiasa serba mudah akan bingung bahkan malas untuk melakukan nya sendiri.