Persyaratan Pendaftaran
Program ini terbuka bagi dokter spesialis, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN. Terdapat sejumlah kriteria utama yang wajib dipenuhi, antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) aktif
- Memiliki Surat Izin Praktik (SIP) aktif
- Usia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2026
- Memiliki Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat (opsional)
Selain itu, pelamar juga harus melampirkan surat rekomendasi dari direktur rumah sakit asal.
Baca Juga: Daya Tampung Universitas Padjadjaran 2026 Terkuak! Jurusan Sepi Peminat vs Favorit
Khusus untuk pelamar dari rumah sakit swasta, institusi tersebut harus termasuk kategori rumah sakit kelas A yang diakui pemerintah.
Syarat Kemampuan Bahasa
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu komponen penting dalam seleksi. Peserta diwajibkan memenuhi skor minimal sebagai berikut:
- TOEFL ITP: 500
- TOEFL iBT: 80
- IELTS: 5.5
Fasilitas Beasiswa
Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pembiayaan penuh selama program berlangsung.
Fasilitas yang diberikan meliputi biaya pendidikan, tunjangan buku, biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, hingga biaya visa bagi peserta yang menjalani studi di luar negeri.
Selain itu, tersedia juga tunjangan awal keberangkatan untuk mendukung kebutuhan awal selama masa studi.
Baca Juga: Daya Tampung Universitas Padjadjaran 2026 Terkuak! Jurusan Sepi Peminat vs Favorit
Jadwal Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi LPDP dan dibuka dalam tiga gelombang, yaitu:
- 1–12 Januari 2026
- 1–12 Maret 2026
- 1–12 Mei 2026
Sementara itu, jadwal mulai studi akan disesuaikan dengan gelombang pendaftaran yang diikuti, dengan rentang waktu antara Maret hingga Juli 2026.
Skema Pengabdian
Sebagai bentuk komitmen, penerima beasiswa diwajibkan menjalani masa pengabdian setelah menyelesaikan studi.
Skema yang diterapkan adalah 2N+1, yaitu dua kali masa studi ditambah satu tahun pengabdian.
Pengabdian tersebut dilakukan di rumah sakit asal atau fasilitas kesehatan yang berada dalam jaringan Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Usai Kasus Oknum BAIS, Pimpinan Mundur! TNI Tegaskan Komitmen Tanpa Pandang Bulu
Fellowship LPDP 2026 menjadi peluang strategis bagi dokter spesialis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus berkontribusi langsung dalam penguatan layanan kesehatan nasional.
Program ini tidak hanya membuka jalan pengembangan karier, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam penanganan penyakit prioritas di Indonesia.***